Said Didu Berkicau Soal Insentif Nakes, Prastowo: Ini Ngurus Negara, Bukan Kandang Sapi

Said Didu Berkicau Soal Insentif Nakes, Prastowo: Ini Ngurus Negara, Bukan Kandang Sapi

R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Said Didu dan Prastowo Yustinus, Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani saling berbalas cuitan terkait insentif tenaga kesehatan (nakes) yang menyerempet ke gaji Staf Khusus Presiden.

Awalnya, Said Didu mencecar bahwa insentif nakes itu lebih penting daripada gaji stafsus milenial, BPIP, dan lain-lain

“Ini lebih penting daripada menggaji stafsus milenial, BPIP, kartu prakrerja dan biayai buzzeRp,” cuit @msaid_didu pada Rabu, 24 Maret 2021.

Ia membagikan cuitan tersebut bersama cuitan lain yang membagikan berita berjudul ‘Sudah 863 Nakes Meninggal, Pemerintah Masih Belum Bayar Insentif Rp1,48 Triliun.’

Prastowo yang tidak terima dengan cuitan Said Didu pun langsung membalas.

Baca Juga

Menurutnya, cuitan Said Didu itu memelintir kenyataan. Padahal pemerintah katanya telah menyediakan anggaran namun sedang dalam proses verifikasi oleh BPKP

“Pak @msaid_didu, tak usah memelintir yang sudah benar. Pemerintah bukan tak mau membayar. Yang benar: anggaran sudah disediakan dan saat ini sedang verifikasi dokumen oleh auditor BPKP supaya kredibel dan akuntabel. Ini ngurus negara Pak, bukan kandang sapi. Ada aturan dan prosedur,” balasnya di akun @prastow.

Klarifikasi yang diberikan Prastowi pun dianggap omelan oleh Said Didu.

Ia langsung menyinggung bahwa ia adalah rakyat yang bayar pajak sementara Pratowo hanyalah orang yang mengelolah uang pajak itu.

“Sebagai pejabat, mohon kurangi hobby marahi rakyat. Anda hanyalah pengelola uang rakyat. Uang dari pajak saya dan pajak orang lain.
Anda bukan pemilik uang tersebut – maka belajar jadi bijak,” kata Said.

“Jawab saja dengan kata-kata yang baik karena itu tugas anda yang menerima gaji dan fasilitas dari uang rakyat,” lanjutnya.

Prastowo lalu membalas bahwa ia tidak marah melainkan meluruskan narasi sesat Said Didu.

“Saya sama sekali nggak marah, saya terusik dengan penyesatan. Ini nggak ada urusan juga dengan Anda membayar pajak, toh Anda juga sudah mendapatkan salah satu hak: divaksin!
Saya meluruskan framing yang tak tepat dan hanya mengolok-membelah anak bangsa. Anda tak sedang mengkritik,” balas Prastowo.

Dalam cuitannya yang lain lagi, Prastowo memperjelas bahwa ia nampaknya kesal dengan pernyataan Said Didu yang sepertinya meremehkan Stafsus Presiden.

“Namanya Angkie Yudhistia. Staf Khusus Presiden yang sering disebut ‘Stafsus Milenial.’ Saya diskusi berjam-jam & terharu dengan concern dan apa yang dikerjakannya. Urusan sosial, termasuk menuntaskan keberpihakan pada penyandang disabilitas. Saya tak rela Pak @msaid_didu mengolok,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.