Terkini.id, Jakarta – Kabar rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN menjadi 12 persen yang kabarnya di wacanakan pada tahun 2025 mendatang, dikritik oleh mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu yang menurutnya adalah pemerasan rakyat.
Dikutip lewat akun media sosial X/Twitter @msaid_didu pada hari Sabtu, 9 Maret 2024, Said Didu mengkritik kabar rencana kenaikan PPN menjadi 12 persen tersebut.
“PENGUASA MEMERAS RAKYAT. Rencana kenaikan PPN menjadi 12% dari 11 % yg sebelumnya 10% adalah pemerasan rakyat,” tulis Said Didu.
“Kenaikan PPN dari 10 % ke 12% artinya PPN naik 20%. Nilai uang rakyat yg “diperas” pemerintah dari dompet rakyat dari kenaikan tsb sktr 375 trilyun per tahun!!!,” sambungnya.
Beragam komentar dari netizen yang menananggapi dengan menyindir kabar rencana kenaikan PPN menjadi 12 persen tersebut.
- SALAMA Jangkau 18.090 Anak, BPBD Makassar Perkuat Budaya Sadar Bencana Sejak Dini
- Seleksi Pimpinan BAZNAS Makassar Libatkan BAZNAS RI, Pemkot Pastikan Berjalan Objektif dan Transparan
- Satgas Ops Pekat Polres Jeneponto Tangkap Dua Pencuri Cengkeh, Hasil Curian Dipakai Beli Sabu
- Ramadhipa Raih 9 Poin di Jerez, Jaga Peluang Perebutan Gelar Moto3 Junior
- Dinsos Jeneponto Tak Tahu Menahu Dugaan Pemalsuan Dokumen, Pastikan tidak Terlibat Teknis Penyaluran BLT Kesea
“Kayak jaman apa aja, dikit2 naikin pajak,” komentar akun @akucintaistriku.
“Di peras habis2an,” komentar akun @MubarokUjang.
“kok nanggung harusnya 30 persen sekalian biar cepat tumbang,” komentar akun @kartiko_yudo.
“Balik modal dari keringat rakyat,” komentar akun @Zulkadri_D.
“Lalu uang itu ntah kemana,” komentar akun @akuy_reborn.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
