Terkini.id, Jakarta – Staf Khusus Kementerian Keuangan, Yustinus Prastowo disemprot oleh mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu usai menyinggung mengenai penggunaan uang pajak untuk pembangunan jalan tol.
Yustinus Prastowo dalam narasasi cuitannya, menyebutkan jika kunjungan para pejabat seperti Menteri Keuangan, Menteri PUPR, Gubernur Jawa Tengah dan Wali Kota Solo untuk menemui rakyat guna memaparkan proyek jalan tol Jogja-Solo serta ganti untung kepada rakyat yang terdampak.
Menurut Yustinus Prastowo, pembangunan Jalan Tol itu merupakan salah satu wujud dari penggunaan uang pajak.
Namun berbeda dengan Said Didu, menurutnya pembangunan bukan dibayar oleh negara, melainkan dari rakyat pengguna jalan tol.
“Ibu Menkeu bersama Pak Menteri PUPR, Gubernur Jateng, dan Wali Kota Surakarta & bbrp Bupati berdialog dengan warga yang menerima ganti untung pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Solo-Jogja. Pembangunan ini wujud pengunaan uang pajak untuk kebaikan rakyat”, Cuit Yustinus Prastowo dikutip pada, Rabu 1 Maret 2023.

- Kabar Rencana PPN Naik Jadi 12 Persen Tahun 2025, Said Didu: Pemerasan Rakyat
- Pemerintahan Jokowi Habiskan Rp 2.778 Triliun Bangun Tol Hingga Bandara, Said Didu: Ini Kebohongan Publik
- Said Didu Sorot Permintaan Jokowi ke China Terkait IKN hingga Singgung Kereta Cepat
- Kritik Subsidi Mobil Listrik, Said Didu Berikan Contoh Alur Merampok Rakyat Melalui Kebijakan
- Said Didu Nilai Jokowi 'Jago' Numpuk Utang Dibanding dengan Soeharto dan SBY
Sontak cuitan Stafsus Kemenkeu itu mendapat respon dari mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu.
“Mas @prastow yth, yang bayar harga tanah utk tol adalah rakyat pembayar jalan tol, krn harga tsb menjadi biaya investasi yg akan menyebabkan tarif tol tinggi dan yg membayar adalah rakyat pengguna jalan tol – bukan negara yg bayar. Semoga jelas”, balas Said Didu.

Sebelumnya, beberapa pejabat mengunjungi warga terdampak pembangunan jalan tol. Pertemuan itu berlangsung di PT Adhi Karya, Colomadu, Kabupaten Karang Anyar, Jawa Tengah.
Sri Mulyani menyampaikan jika kunjungan itu juga untuk melihat perkembangan proyek nasional tersebut.
“Kami semua melihat bagaimana proyek-proyek strategis nasional atau PSN ini memberikan pengaruh yang luar biasa kepada masyarakat”, kata Sri Mulyani dalam konfrensi pers.
Sri Mulyani menegaskan jika Kementerian Keuangan sebagai pengelolah APBN akan terus melakukan komitmen untuk mendukung percepatan pembangunan proyek nasional tersebut.
Dia menyampaikan bahwa APBN akan membantu pembangunan proyek ini melalui sebuah anggaran yang nyata.
Selain itu, Menkeu menuturkan jika infrastruktur adalah urat nadi dari lajur pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, Sri Mulyani menyampaikan akan terus memberikan dukungan dan bantuan untuk pembangunan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
