Terkini.id, Jakarta – Muhammad Said Didu kembali mengomentari terkait kasus korupsi yang menyandung Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan. Said Didu mengaku bahwa dulu ia kagum pada sosok Nurdin.
Said Didu bahkan sempat datang ke Bantaeng untuk belajar saat Nurdin masih menjabat sebagai Bupati.
“Dulu saya kagum sama beliau, saya pernah datang ke Bantaeng saat sebagai bupati untuk ‘belajar’,” tulis Said Didu di akun twitter-nya, @msaid_didu pada Minggu, 28 Februari 2021.
Said Didu lalu menyinggung terkait siapa yang merusak sosok Nurdin Abdullah hingga terjerumus kasus korupsi seperti sekarang.
“Siapa yang merusak beliau? Apa karena bergabung ke dalam kolam sang juara?” lanjutnya.
- Singgung H Sahabuddin Pisah dari Ilham Azikin, Nurdin Abdullah: Beliau Tak Mau Ikut Merusak
- Nurdin Abdullah: Saya Menerima Semua Proses yang Saya Jalani sebagai Takdir Allah SWT
- Bebas dari Penjara, Nurdin Abdullah Disambut Ribuan Warga di Bantaeng
- Taufan Pawe Sebut Nurdin Abdullah Berjasa Terhadap Parepare
- Nurdin Abdullah Bebas dari Lapas Sukamiskin, Bro Rivai: Beliau Orang Baik
Said Didu tidak menyebut siapa atau apa yang ia maksud dengan ‘kolam sang juara.’
Namun, dalam cuitan tersebut, ia juga membagikan sebuah tautan artikel yang memberitakan respons Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terkait ditangkapnya Nurdin Abdullah.
Judul artikel tersebut yakni ‘Ketua PDIP Kaget dan Tak Percaya Nurdin Abdullah Ditangkap kpk.’
Di kolom komentar cuitan tersebut juga terdapat warganet yang mengasumsikan bahwa yang dimaksud Said Didu adalah PDIP.
“Di kolam PDIP. Malaikat sekalipun wajib jadi maling. Setorannya luar biasa,” balas @omar2000nur.
Untuk diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Nurdin Abdullah dan dua orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus suap proyek pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2020-2021.
“Tersangka sebagai penerima adalah NA dan ER. Sebagai pemberi adalah AS,” ungkap Firli Bahuri, Ketua KPK, pada Minggu, 28 Februari 2021, dilansir dari Tempo.
Tempo juga menuliskan keterangan Firli bahwa Agung Sucipto (AS) yang telah kenal baik dengan Nurdin berkeinginan mendapatkan beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Sulawesi Selatan untuk tahun anggaran 2021.
Lalu, sejak Februari 2021, terjadi komunikasi aktif antara Agung dengan Edy, yang merupakan orang kepercayaan Nurdin untuk memastikan mendapat jatah proyek.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
