Terkini.id, Jakarta – Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu mengomentari soal rapat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya terkait kelanjutan PPKM Darurat.
Said Didu mengkritik bahwa dalam rapat itu, Presiden Jokowi tidak terlihat seperti pemimpin yang mengambil keputusan.
Adapun pernyataan Presiden yang disoroti Said Didu, yakni ketika Jokowi melontarkan pertanyaan yang diajukan masyarakat terkait kelanjutan PPKM Darurat.
“Ini pertanyaan dari masyarakat sekarang ini adalah satu yang penting yang perlu kita jawab, PPKM Darurat ini akan diperpanjang tidak? Kalau mau diperpanjang, sampai kapan?” kata Jokowi, seperti dikutip Terkini dari video yang di-retweet Said Didu.
“Ini betul-betul dua hal yang sangat sensitif. Harus diputuskan dengan sebuah pemikiran yang jernih, jangan sampai keliru. Saya rasa itu yang mungkin bisa saya sampaikan,” tambahnya.
- Kabar Rencana PPN Naik Jadi 12 Persen Tahun 2025, Said Didu: Pemerasan Rakyat
- Pemerintahan Jokowi Habiskan Rp 2.778 Triliun Bangun Tol Hingga Bandara, Said Didu: Ini Kebohongan Publik
- Said Didu Sorot Permintaan Jokowi ke China Terkait IKN hingga Singgung Kereta Cepat
- Kritik Subsidi Mobil Listrik, Said Didu Berikan Contoh Alur Merampok Rakyat Melalui Kebijakan
- Stafsus Kemenkeu Disemprot Said Didu Usai Bahas Dana Pajak
Said Didu menyinggung bahwa pernyataan yang diajukan Jokowi itu biasanya diajukan oleh peserta rapat, bukan pemimpin rapat.
“Yang biasa berorganisasi pasti paham bahwa ucapan seperti ini dalam rapat biasanya diucapkan oleh peserta rapat sebagai usulan untuk diambil keputusan oleh pemimpin rapat/pengambil keputusan. Bukan ucapan pengambil keputusan,” ungkapnya melalui akun Msaid_didu pada Senin, 19 Juli 2021.
Senada dengan Said Didu, beberapa netizen juga menyoroti bahwa Jokowi sebagai Presiden justru tidak terlihat seperti pengambil keputusan.
“Bisa gitu ya?? Pemimpin menunjukkan ke publik bahwa pengambil keputusan bukan dia, tapi pembantunya. Dia cukup ngasih special request: ‘jangan sampai keliru’. Klo ternyata keliru atau banjir protes pas penerapan, tinggal salahin pembantunya,” kata RhAshadi.
“Baru kali ini liat pemimpin rapat yang berkuasa ambil keputusan malah dia yang nanya. Tar tau-tau yang nentuin si Luhut lagi. Presiden yang tertukar,” kata Imaqueennz.
“Mungkin Pak Jokowi tanya Lord LBP dulu baru mutuskan. Takut salah ntar malah dimarahi,” kata Feryhardian3.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
