Said Didu: Dulu Disebut Rezim KKN, Sekarang Namanya Rezim KODOK!

Said Didu: Dulu Disebut Rezim KKN, Sekarang Namanya Rezim KODOK!

R
Dzul Fiqram Nur
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu mengeluarkan istilah baru soal rezim KKN dan rezim KODOK.

Awalnya, ia bercerita bahwa dulu pada orde baru, pemerintah disematkan dengan tuduhan rezim KKN yang artinya kolusi, korupsi, dan nepotisme.

Namun sekarang, kata Said Didu, istilah yang tepat untuk menggambarkan rezim saat ini adalah rezim KODOK yang artinya Korupsi, Oligarksi, Dinasti, Otoritarian, dan Koncoisme.

“Dulu orde baru jatuh karena tuduhan rezim KKN (Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme),” tulis Said Didu melalui akun Twitternya pada Sabtu, 30 Oktober.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN itu membandingkan rezim pemerintahan saat ini era Jokowi.

Baca Juga

Ia menjelaskan bahwa saat ini bukan hanya masalah korupsi yang terjadi tapi juga ada oligarki hingga politik dinasti.

“Sepertinya sekarang yang terjadi adalah rezim KODOK (Korupsi, Oligarksi, Dinasti, Otoritarian, dan Koncoisme),” ungkapnya.

Seperti yang terlihat, beberapa netizen juga ikut memberikan komentar pada cuitan Said Didu.

“Iyah kalo rejim sekarang rejim korupsi pa Ustadz, makanya ganti Sistem ganti rejim, jangan hanya ganti rejim sajah tapi yg utama ganti sistem,” komentar hilma***.

“Itu kan pendapat bpk, klo kami rakyat kecil merasakan baru pemerintahan ini yg berpihak ke rakyat kecil,” komentar Dising***.

“Zaman orde baru,beras 1kg rp..1000, bensin 1ltr rp 400,pki modiar, penghianat tenggelam, penjilat dibuang, dll,” komentar Muhammad***.

“Jaman now, semua kebutuhan hidup sangat mahal, pki, penghianat, penjilat, berkeliaran ke mana2,” lanjutnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.