Masuk

Said Didu Soroti Pernyataan Jokowi Soal Tragedi Kanjuruhan

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu atau yang lebih dikenal dengan Said Didu menyoroti pernyataan Presiden Jokowi terkait tragedi berdarah Kanjuruhan.

Said Didu setelah video kesaksian korban Kanjuruhan beredar, lantas mempertanyakan kepada Presiden Jokowi terkait tangga dan pintu yang menjadi penyebab tragedi berdarah itu.

“Bapak Presiden yth, setelah menonton kesaksian mereka, masihkah bapak menyalahkan pintu dan tangga?”, kata Said Didu seperti dikutip dari cuitannya, Jumat 7 Oktober 2022.

Baca Juga: Asrama Mahasiswa Nusantara Mulai Dibangun di Makassar

Said Didu juga menyayangkan sikap beberapa pihak yang menyalahkan benda mati seperti tangga dan pintu dalam tragedi berdarah Kanjuruhan.

Dia mengatakan semua kompak menyalahkan yang bukan menjadi penyebab kematian lebih dari 100 orang saat laga Arema FC dan Persebaya Surabaya.

“Semua kompak menyalahkan yang bukan penyebab kematian lebih 100 orang, yaitu penembakan gas air mata. Sekarang yang disalahkan pintu dan tangga. Apakah berikutnya yang akan disalahkan sempritan wasit?”, ujarnya.

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Jokowi Himbau Jangan Ada Gesekan Sosial dan Adu Domba Politik

Pernyataan Presiden Jokowi

Sebelumnya, Presiden Jokowi dalam pernyataannya yang ditayangkan di MetroTv mengatakan jika nantinya tim independent pencari fakta yang akan melihat secara detail mengenai penyebab terjadinya tragadi di Kanjuruhan.

Presiden Jokowi menambahkan jika dari pengamatannya yang menjadi permasalahan atau penyebab dari kejadian di Kanjuruhan yakni pintu yang terkunci.

Tak hanya pintu yang menjadi permasalahan kata Presiden Jokowi, tetapi juga tangga stadion yang terlalu tajam.

Baca Juga: Said Didu Tanggapi Soal Tesla Akan Bangun Pabrik di RI: Saya Hanya Ketawa Saja

Menurutnya, kedua permasalahan yang dia sebutkan itu perlu diperhatikan lagi. Hal ini bercermin dari stadion Gelora Bung Karno (GBK) yang kata presiden, massa 80 ribu orang bisa keluar dalam jangak 15 menit sehingga permasalahan pintu menjadi standart yang harus dimiliki.

“Itu nanti tim gabungan independen pencari fakta yang harus melihat secara detail. Tetapi sebagai gambaran tadi saya melihat bahwa problemnya ada di pintu yang terkunci dan juga tangga yang terlalu tajam”, kata Jokowi.

“Karena kalau kita lihat di GBK dengan penonton 80 ribu orang dibuka 15 menit semuanya sudah bisa keluar. Sama, saya kira standar-standar itu yang harus kita miliki”, ujarnya.