Sambut Idul Adha, Pemkot Makassar Turunkan Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban

Sambut Idul Adha, Pemkot Makassar Turunkan Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban

K
FD
Kamsah
Fachri Djaman

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1440 H jatuh antara 11-12 Agustus 2019, menyikapi itu, Pemerintah Kota Makassar menurunkan tim pemeriksa kesehatan hewan kurban sebanyak 125 orang.

Mereka yang bertugas, antara lain, dari tim peneliti Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan dari Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2) Kota Makassar sendiri.

“Sebanyak 20 orang dari PDHI, dari Unhas mahasiswa fakultas kedokteran Unhas sebanyak 58 orang, dan dari dinas sendiri 47 orang,” kata Sumarni, Plh Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar di Lapangan Karebosi, Jumat 2 Agustus 2019.

Tugas tim ini melakukan pemeriksaan terhadap kelayakan hewan kurban sebelum pemotongan ke tempat penjualan hewan.

Sumarni menegaskan, tak usah meragukan kapasitas dari tim lantaran mereka sudah dibekali dan sudah memahami persoalan tersebut.

Baca Juga

“Yang pertama yang kita harus lakukan adalah, sebelum hewan itu disembelih, kita memeriksa apakah layak secara kesehatan, secara fisiknya, syariatnya juga kita akan perhatikan dari tim-tim kami,” urainya.

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DP2 Kota Makassar, Bagus, mengatakan timnya bakal dia bagi menjadi lima wilayah kerja, akan tetapi dari kelima wilayah kerja ini sudah mengakomodir 14 Kecamatan di kota Makassar.

“Besok kita sudah mulai jalan. kita ante mortem mulai besok sampai tanggal 10. 1 hari sebelum hari Raya Idul Adha. Kemudian di hari-H Idul Adha sampai dengan hari tasyrik, H plus 2, kami masih jalan itu pemeriksaan post mortem,” terang Bagus.

Untuk tahun lalu, Bagus mengatakan, memang ditemukan hewan yang tidak layak kurban, contohnya matanya katarak, kemudian pincang, telinga robek, itu tidak layak untuk hewan kurban.

“Yang harus kita waspadai adalah terjadinya penyakit antraks. Tapi Alhamdulillah untuk penyakit serius dan membahayakan tahun lalu kita tidak temukan,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.