Sandi Singgung Bu Nis yang Tak Dicover Jaminan Kesehatan, BPJS Mengklarifikasi

sumber: viva

Terkini.id, Jakarta – Cawapres 02, Sandiaga Uno, menyinggung penderitaan Bu Nis yang tidak dicover jaminan kesehatan BPJS pada debat yang berlangsung kemarin malam.

BPJS Kesehatan Cabang Surakarta pun menanggapi dan memberi klarifikasi. BPJS menegaskan Bu Nis mendapat pelayanan.

BPJS Surakarta menepis pernyataan Sandiaga yang menyebut program pengobatan Bu Nis, warga asal Sragen, tidak di-cover.

“Kami sudah melakukan pengecekan data dan berkoordinasi dengan peserta maupun pihak rumah sakit. Hasilnya, Ibu Nis mendapatkan haknya sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS),” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta Bimantoro dalam keterangan tertulisnya, Senin 18 Maret 2019.

Bimantoro menjelaskan Bu Nis, yang mempunyai nama lengkap Niswatin, terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sejak 2015.

Pada Maret 2018, dia didiagnosis oleh dokter, berdasarkan pemeriksaan, menderita penyakit kanker payudara grade 2 non-metastasis.

Sejak itu Niswatin menjalani pengobatan secara rutin. Dia menjalani kemoterapi gelombang pertama sebanyak tujuh kali hingga Oktober 2018.

“Sesuai indikasi medis dan restriksi Formularium Nasional, pasien belum dapat diresepkan obat Herceptin karena obat ini untuk penderita kanker payudara metastasis dengan pemeriksaan HER2 positif, sementara Niswatin masih belum ke arah itu,” jelasnya.

Bimantoro menuturkan, berdasarkan konfirmasi dengan pihak RS dr Soehadi Pridjonegoro, Sragen, Bu Nis saat ini sudah selesai menjalani pemeriksaan kemoterapi.

Akan tetapi, harus tetap menjalani pengobatan rutin dan dalam pemantauan dokter.

“Kami sudah bertemu dengan pasien dan persoalan ini sudah diselesaikan dengan baik. Terima kasih kepada pihak yang memberikan masukan untuk penyelenggaraan Program JKN-KIS yang lebih baik,” terang Bimantoro.

Seperti diketahui, dalam debat Cawapres yang berlangsung Minggu malam lalu, Sandiaga mengungkap kisah masyarakat di panggung debat.

Sandi mengungkap kisah Bu Nis dari Sragen. Namun Sandiaga menyebut ‘Bu Nis’ sebagai ‘Bu Lis’.

“Kisah yang dihadapi Ibu Lies di mana program pengobatannya harus terhenti karena tidak di-cover oleh BPJS itu tidak boleh lagi kita tolerir Indonesia. Apalagi akan menjadi negara-negara yang ekonominya nomor lima terbesar di dunia di 2045,” tutur Sandiaga dalam debat di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Maret 2019.

Komentar

Rekomendasi

Punya Fasilitas untuk 100 Pasien, KRI Soeharso Siap Jemput 74 WNI Kapal Pesiar yang Dikarantina

Lagi, Gadis Sulsel Dilamar dengan Mahar Ditaksir Rp12 miliar

Kenalan di Media Sosial, Ini Alasan Fachry Pahlevi Lamar Putri Bupati Jeneponto dengan Mahar Fantastis

Mahar Pernikahan Putri Bupati Jeneponto dan Anak Bupati Konawe Ditaksir Senilai Rp12 Miliar

Viral, Siswa SMA Ini Menangis Histeris Lihat Kucing Kesayangannya Meninggal Kejang-kejang

Dilamar dengan Mahar 12,5 Hektar Lahan Nikel, Berapa Uang Panaik Anak Bupati Jeneponto?

Pria Gondrong yang Ngamuk di Sekolah Sambil Sebut Nama Menhan ‘Disidang’ Relawan Prabowo

Sinergi bersama Telkom Group, Telkomsel Dukung Gerakan #IndonesiaButuhAnakMuda

Bawa-bawa Nama Prabowo, Pria Ini Ngamuk di Sekolah karena Tak Dikasi Duit

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar