Sarat Vitamin, Amankah Gula Aren Dikonsumsi Penderita Diabetes?

Terkini.id, Jakarta – Sarat vitamin, amankah gula aren dikonsumsi penderita diabetes? Gula aren populer lantaran diklaim mengandung vitamin dan mineral yang baik bagi tubuh. Gula aren juga dianggap aman dikonsumsi penderita diabetes atau penderita ‘kencing manis’ dalam jumlah tertentu. 

Gula aren cukup populer di Indonesia. Pasalnya, belakangan ini gula aren banyak dijadikan pemanis minuman seperti kopi dan menu lainnya. 

Dilansir dari food.NDTV.com via kontan.co.id, Jumat 3 September 2021, gula aren terbuat dari nira yang ada di kuncup bunga pohon kelapa.

Baca Juga: Wow Banget! Ini Manfaat Kunyit yang Luar Biasa untuk Penderita...

Gula aren dikenal sebagai pemanis alami lantaran tidak melalui proses pembuatan yang panjang serta tidak dicampur bahan kimia lainnya. 

Proses pembuatan gula arena dimulai dari memasak getah dari pohon untuk menghilangkan kadar air hingga menjadi sirup. Sirup itulah selanjutnya direduksi menjadi kristal. 

Baca Juga: Ketahui Penyajian Sayur Brokoli, Terbukti Dapat Turunkan Gula Darah Loh!

Selain itu, gula aren dikenal sebagai pemanis yang kaya akan vitamin dan mineral. Hal inilah yang membuat gula aren lebih populer ketimbang gula putih dan gula merah. 

Sebuah penelitian memaparkan, gula aren mengandung kalium, fosfor, seng, besi, mangan, tembaga, polifenol, flavonoid, antosianidin, dan antioksidan. Tidak hanya itu, gula aren juga mengandung tiamin, riboflavin, asam folat, dan kolin. 

Sejatinya, gula aren juga disebut memiliki nilai indeks glikemik yang rendah. Artinya, makanan akan diserap tubuh secara perlahan dan mencegah lonjakan insulin. 

Baca Juga: Ketahui Penyajian Sayur Brokoli, Terbukti Dapat Turunkan Gula Darah Loh!

Gula aren mengandung inulin yang berperan untuk menjaga kadar gula darah. Namun, para penderita diabetes tidak boleh seenaknya mengonsumsi gula aren. Pasalnya, gula aren tetaplah pemanis. 

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Asean Journal menyebutkan, gula aren mengandung sekitar 71 persen sukrosa, 3,0 persen glukosa murni, dan 3,0 persen fruktosa murni.

Bagikan