Satgas Covid-19 Jatim: Protokol Kesehatan Ditegakkan dengan Melibatkan Polisi dan Tentara

Covid-19
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur Dr. dr. Joni Wahyuhadi. (Foto: Suara Surabaya)

Terkini.id, Jakarta – Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur (Jatim) Dr. dr. Joni Wahyuhadi, Sp.BS mengatakan bahwa pihaknya melakukan survei selama empat bulan di masa pandemi.

Hasilnya, pengetahuan masyarakat tentang Covid-19 cukup, perilaku baik, tapi dalam implementasinya tidak selalu baik.

Oleh karenanya, kata dr. Joni, perubahan perilaku terhadap ketaatan protokol kesehatan tidak cukup hanya sebatas tahu dan mengerti.

“Maka protokol kesehatan ditegakkan dengan melibatkan polisi dan tentara untuk menggelar operasi yustisi,” kata dr. Joni di Kantor Gubernur Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Joni saat hadir lewat zoom di talkshow “Peluncuran Buku Pedoman Perubahan Perilaku Penanganan Covid-19”, Jumat 16 Oktober 2020.

Menarik untuk Anda:

Sebelumnya, masyarakat sudah mengetahui perilaku 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak hindari kerumunan, dan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir.

Namun bagaimana pengetahuan tentang protokol kesehatan dengan mematuhi dan menerapkan perilaku untuk selalu 3M di masa pandemi Covid-19 ini dalam kehidupan sehari-hari, rupanya, masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menceritakan pengalamannya selama tujuh bulan memimpin masyarakat dalam situasi pandemi.

Menurutnya, kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan itu harusnya menjadi kebutuhan bukan lagi kewajiban karena perintah undang-undang.

“Kalau sudah jadi kebutuhan, ada atau tidak ada polisi dan tentara, masyarakat tetap pakai masker. Bukan karena ada razia masker baru pakai,” ujar Wali Kota Airin yang menjadi orang pertama yang menerima buku “Pedoman Perubahan Perilaku Penanganan Covid-19” yang diterbitkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 ini.

Airin menjelaskan masyarakat sudah tahu 3M dan seperti apa menuju tatanan adaptasi kebiasaan baru. Tapi bagaimana menjalankan pengetahuan tentang protokol kesehatan sebagai kebutuhan dan kebiasaan ini yang perlu dilakukan.

Dan ini, kata Wali Kota Airin, menjadi tugas besar kita bersama di lapangan agar masyarakat mengubah perilaku dengan terbiasa menerapkan protokol kesehatan.

“Ini PR (pekerjaan rumah) di lapangan agar masyarakat bisa terbiasa. Semoga buku yang disusun ini bisa memudahkan masyarakat dalam menerapkan kebiasaan baru ini,” ungkap Airin.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Operasi Zebra, Satlantas Polres Toraja Utara Bagi Masker Gratis ke Pengguna Jalan

Tiba di Kajang, Calon Bupati Tomy Satria Ziarahi Makam Karaeng Boto Daeng Pabeta

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar