Terkini.id, Makassar – Satgas Raika Kota Makassar memanggil General Manager Hotel Claro Anggiat Sinaga ihwal dugaan kasus pelanggaran protokol acara perpisahan sekolah atau prom night dari alumni SMA 1 Gowa.
Dalam unggahan yang viral, terlihat pesta acara perpisahan tersebut itu diisi dengan iringan band dan live musik. Tamu yang hadir pun tampak duduk tanpa jaga jarak dan tanpa masker.
Plt Kepala Satpol PP Kota Makassar Iqbal Asnan, mengatakan pihaknya meminta keterangan terkait adanya dugaan pelanggaran protokol kesehatan di Hotel Claro.
“Ini proses pemeriksaan biasa saja sama seperti yang kita lakukan pada pelaku usaha yang lain, bukan hanya Claro ada beberapa yang kita panggil. Besok Toko Agung, jadi ini sudah terjadwal,” kata Iqbal, Kamis, 12 Agustus 2021.
Iqbal mengatakan pihaknya akan melakukan pendalaman kasus. Ia akan mengembangkan dugaan pelanggaran tersebut.
- Satgas Raika Telah Swab Antigen 1127 Warga Makassar, Berikut Hasilnya
- Hadiri Pemanggilan Satgas Raika, Pengelola UpperHills Minta Maaf Usai Langgar Prokes
- Sediakan Makanan Prasmanan, Pengelola UpperHills Dipanggil Satgas Raika
- Sempat Main Kucing-kucingan, Satgas Raika Makassar Segel Kafe Remang-Remang
- Satgas Raika Makassar Swab PCR Tamu Undangan Selebgram Sartika Diman, Ini Hasilnya
Sebab itu, pihak penyelenggara kegiatan dan sekolah pun akan dimintai keterangan.
“Kita minta semua klarifikasinya terkait itu. Kita harus berlaku adil untuk semua,” ucapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan sudah menghubungi pihak Claro saat video tersebut beredar luar ke publik.
“Tadi pagi-pagi sekali saya dapat infonya. Ternyata itu anak SMA di Gowa. Jadi SMA di Gowa tapi dia bikin acara tidak atas nama SMA-nya,” ucapnya.
Menurut pengelola hotel, kata Danny, kegiatan tersebut hanya dihadiri 50 orang. Danny mengatakan harus ada kontrol lantaran menjadi contoh buruk.
“Saya tanya kenapa videonya begitu. Kebetulan pas lagi makan. Mereka terus menyanyi-nyanyi. Saya bilang jangan seperti itulah,” ucapnya.
“Tadinya saya mau kasi sanksi hotelnya. Saya pertimbangkan dulu. Kenapa dia sampai lengah seperti itu,” sambungnya kemudian.
Sementara GM Hotel Claro Anggiat Sinaga membantah bahwa dalam video yang beredar tersebut seolah-olah pihak hotel tak melakukan protokol kesehatan.
“Sesungguhnya dalam rekaman CCTV jelas sekali kita jalankan prokes, security kita keliling mengingatkan prokes,” ucapnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan ada satu momen di akhir kegiatan mereka melakukan foto-foto. Satu meja diisi 4 orang.
“Mereka pesan 60 orang dari kapasitas 250 orang dalam ruangan. Memang kami kecolongan di akhir, itu pun kami sudah minta maaf,” ucapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
