Periode Kinerja Pengurangan emisi GRK melalui program REDD+ tahun 2018-2020, UNFCCC telah mengakui dan memverifikasi Kinerja tersebut, dan Indonesia terverifikasi mencapai Surplus Kinerja Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca sebesar
577.449.160 ton CO2e.
Dari hasil technical analysis terhadap technical annex pada BUR (Biennial Update Report) yang ke-3 (tiga) dapat disimpulkan bahwa data, informasi dan metodologi capaian kinerja REDD+ Indonesia dinyatakan transparan, konsisten, lengkap, akurat, dan komprehensif.
Ini merupakan kerja kita
bersama selaku Rimbawan. Indonesia telah mendapatkan apresiasi internasional dengan hasil yang direkognisi, metode yang dapat diterima dan sebagai negara pertama yang menerima
pembayaran RBP di Asia Timur yang menandai apresiasi pengurangan emisi karbon, kerja yang transparan dan
akuntabel. Ini akan terus dipacu untuk semakin baik, dengan dukungan partisipasi masyarkat, dunia usaha dan kerjasama luar negeri.
Penyelesaian pengaturan tata kelola karbon khususnya dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya diproyeksikan selesai secara keseluruhan pada tahun 2023 dan kerja-kerja sosialisasi ke daerah saat ini masih terus berlangsung terutama melalui agenda besar kita dengan jargon Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.
Komitmen Melalui Kebijakan dan Aksi Nyata
- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H Digelar DWP UPT LHK SulSel Secara Khidmat
- Satker LHK SulSel Bersama Unhas dan Pemkab Barru Akan Laksanakan Aksi Penanaman Mangrove
- Kurangi Emisi Karbon dan Mitigasi Perubahan Iklim, Satker LHK SulSel Bersama Unhas dan Pemkab Barru Gelar Aksi Penanaman Mangrove
Menteri LHK kembali berpesan kepada Para rimbawan di seluruh penjuru tanah air bahwa
Pada kesempatan hari Bhakti Rimbawan ke-40 ini saya mengajak seluruh rimbawan baik di Kementerian LHK, pemerintah daerah, ‘bisnis leaders’ dan para aktivis.
“Para pemangku kepentingan yang ada dan seluruh masyarakat, untuk kita dapat bersama bahu membahu memberikan kontribusi pemikiran ataupun kegiatan nyata
di lapangan/masing-masing area of interest/responsibility,
untuk menyukseskan upaya pengendalian perubahan iklim secara masif dan terukur,”terang Kepala BBKSDA SulSel ini.
Sebagaimana komitmen-komitmen yang selalu disampaikan pada berbagai forum global/multilateral, Indonesia memandang sangat penting untuk memastikan bahwa komitmen komitmen tersebut dipenuhi melalui kebijakan dan aksi-aksi nyata; leading by examples seperti yang telah banyak kita lakukan dalam penanganan karhutla dengan modifikasi cuaca dan sistem paralegal; pengendalian deforestasi; tata kelola gambut dan mangrove; pengendalian perijinan;
pemulihan habitat dan populasi hidupan liar; ekoriparian dan replikasi ekosistem; membangun sirkuler ekonomi dan berbagai hal secara lebih rinci.
Rimbawan Indonesia Melindungi
Segenap Tumpah Darah Indonesia

“Paling penting pada Hari Bakti Rimbawan saat ini, saya minta untuk seluruh Rimbawan Indonesia melihat dan menyadari kondisi-kondisi yang sudah berkembang seperti yang ada saat ini untuk dilihat sebagai tantangan besar untuk kita selalu menjaga setiap
tapak hutan yang ada di Bumi Indonesia ini,”ujar Jusman saat membacakan sambutan Menteri LHK Siti Nurbaya dihadapan peserta upacara .
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
