Terkini.id — Di balik geliat ekonomi perkebunan sawit yang terus meluas di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, tersimpan deretan tanda tanya yang belum dijawab tuntas.
Legalitas yang remang-remang, pengawasan yang tumpul, serta dampak lingkungan dan sosial yang luput dari sorotan publik menjadi sorotan dalam konferensi pers Forest and Society Research Group (FSRG) siang tadi di Makassar.
FSRG memaparkan temuan awal soal ekspansi perkebunan sawit di dua provinsi tersebut, sambil membuka ruang diskusi dan kritik.
“Data ini masih kasar, tapi kami ingin ini menjadi awal dari proses kolaboratif dengan media dan publik,” kata peneliti FSRG, Andi Vika Faradiba Muin, membuka diskusi.
Di hadapan para jurnalis dan aktivis lingkungan, sejumlah pejabat pemerintah dan peneliti membeberkan potret kelam dan tantangan regulasi dalam mengendalikan laju ekspansi sawit yang, menurut data FSRG, kerap menabrak wilayah hutan dan lahan adat.
- Progres 86 Persen, Jalan Rabat Beton TMMD 128 Jadi Urat Nadi Peningkatan Ekonomi Warga Jeneponto
- Bank Mandiri Sukses Gelar Livin' Galesong Trail Run 2026, Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
- Penuh Makna, Lembaga Adat Bangkala Genap 25 Tahun, Raja-Raja Se-Sulsel Berkumpul di Balla Lompoa
- Usai Masuk 5 Besar Aquatics World Cup Xi'an di China, Tim Renang Artistik Sulsel Kini Borong 8 Medali Emas di Kejurnas Akuatik Senayan
- Asmo Sulsel Tawarkan Promo Motor Sport dan Scoopy Sepanjang Mei 2026, Jangan Sampai Ketinggalan
Hutan Menyusut, Data Samar
Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Inyo menggarisbawahi bahwa ekspansi sawit tak bisa dilepaskan dari sejarah panjang alih fungsi lahan.
Sejak 1930-an hingga kini, perubahan bentang alam Sulawesi berjalan cepat dan kompleks.
“Alih fungsi lahan menjadi tantangan serius. Kita tidak bisa lagi membiarkan ekonomi, lingkungan, dan sosial berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Inyo menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan memperkuat kebijakan tata ruang berbasis data yang adil dan akurat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
