Terkini.id — Di balik geliat ekonomi perkebunan sawit yang terus meluas di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, tersimpan deretan tanda tanya yang belum dijawab tuntas.
Legalitas yang remang-remang, pengawasan yang tumpul, serta dampak lingkungan dan sosial yang luput dari sorotan publik menjadi sorotan dalam konferensi pers Forest and Society Research Group (FSRG) siang tadi di Makassar.
FSRG memaparkan temuan awal soal ekspansi perkebunan sawit di dua provinsi tersebut, sambil membuka ruang diskusi dan kritik.
“Data ini masih kasar, tapi kami ingin ini menjadi awal dari proses kolaboratif dengan media dan publik,” kata peneliti FSRG, Andi Vika Faradiba Muin, membuka diskusi.
Di hadapan para jurnalis dan aktivis lingkungan, sejumlah pejabat pemerintah dan peneliti membeberkan potret kelam dan tantangan regulasi dalam mengendalikan laju ekspansi sawit yang, menurut data FSRG, kerap menabrak wilayah hutan dan lahan adat.
- Bimtek NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif: Target Pertahankan Kekuatan di 2029
- Kolaborasi PT Vale, Rawat Pesisir dan Jaga Masa Depan di Luwu Timur
- Float, Seringai, Danilla hingga The SIGIT Ramaikan Panggung Soundrenaline Makassar
- Duta Cari Aman Turut Edukasi Siswa SMKN 14 Gowa, Asmo Sulsel Tekankan Pentingnya Helm
- Seru dan Santai, Honda AT Family Day Asmo Sulsel Ramaikan Akhir Pekan di Palopo
Hutan Menyusut, Data Samar
Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Inyo menggarisbawahi bahwa ekspansi sawit tak bisa dilepaskan dari sejarah panjang alih fungsi lahan.
Sejak 1930-an hingga kini, perubahan bentang alam Sulawesi berjalan cepat dan kompleks.
“Alih fungsi lahan menjadi tantangan serius. Kita tidak bisa lagi membiarkan ekonomi, lingkungan, dan sosial berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Inyo menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan memperkuat kebijakan tata ruang berbasis data yang adil dan akurat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
