Terkini.id — Di balik geliat ekonomi perkebunan sawit yang terus meluas di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, tersimpan deretan tanda tanya yang belum dijawab tuntas.
Legalitas yang remang-remang, pengawasan yang tumpul, serta dampak lingkungan dan sosial yang luput dari sorotan publik menjadi sorotan dalam konferensi pers Forest and Society Research Group (FSRG) siang tadi di Makassar.
FSRG memaparkan temuan awal soal ekspansi perkebunan sawit di dua provinsi tersebut, sambil membuka ruang diskusi dan kritik.
“Data ini masih kasar, tapi kami ingin ini menjadi awal dari proses kolaboratif dengan media dan publik,” kata peneliti FSRG, Andi Vika Faradiba Muin, membuka diskusi.
Di hadapan para jurnalis dan aktivis lingkungan, sejumlah pejabat pemerintah dan peneliti membeberkan potret kelam dan tantangan regulasi dalam mengendalikan laju ekspansi sawit yang, menurut data FSRG, kerap menabrak wilayah hutan dan lahan adat.
- Kabupaten Jeneponto Diguncang Dua Peristiwa Kebakaran Dalam Sehari, 1 Warga Meninggal Dunia
- Lanjutan Kasus Pungli hingga Miliaran di Dinas Perkimtan Gowa, Giliran Ketua Kadin Diperiksa di Polres
- Ketua DPRD Sulsel Siap Kawal Aspirasi BADKO HMI Sesuai Kewenangan Pemerintah
- Wakil Wali Kota Makassar Sambut Delegasi Pakistan, Fiji, dan Australia dalam IGS Diplomatic Tour 2026
- RISE Antar Makassar ke Panggung Dunia, Raih WRI Ross Center Prize for Cities 2025--2026
Hutan Menyusut, Data Samar
Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Inyo menggarisbawahi bahwa ekspansi sawit tak bisa dilepaskan dari sejarah panjang alih fungsi lahan.
Sejak 1930-an hingga kini, perubahan bentang alam Sulawesi berjalan cepat dan kompleks.
“Alih fungsi lahan menjadi tantangan serius. Kita tidak bisa lagi membiarkan ekonomi, lingkungan, dan sosial berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Inyo menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan memperkuat kebijakan tata ruang berbasis data yang adil dan akurat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
