Terkini.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat membantah sinis perihal tudingan mantan kader partai yang baru dipecat di mana dikatakan bahwa SBY tidak berkeringat membangun Partai Demokrat.
“Kalau dibilang Pak SBY tidak berdarah-darah membangun Partai Demokrat, mungkin yang bilang begitu tidak tinggal di planet bumi,” buka Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, pada hari Senin, 1 Maret 2021.
“Tinggal di planet Mars kali,” lanjutnya.
“Ini namanya manipulasi sejarah kalau bilang enggak ada keringat Pak SBY mendirikan partai,” tutur Herzaky lagi.
Ia pun lantas menjelaskan gagasan membentuk partai Demokrat dimulai ketika Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY kalah dari Hamzah Haz untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri dalam pemilihan di MPR tahun 2001.
- Aliyah Mustika Jabat Plt Ketua DPC Demokrat Makassar
- 15 Tahun Jabat Ketua DPC Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali Mundur dan Jabat PLT Dirut PD Parkir
- 38 DPD Demokrat se-Indonesia Dukung AHY Jadi Ketua Umum
- Fraksi Demokrat Ubah Komposisi AKD di DPRD Sulsel
- Demokrat - Gerindra - PKS All Out Menangkan Andi Sudirman di Pilgub Sulsel
“Bapak Ventje Rumangkang, Almarhum, kemudian menyarankan Pak SBY mendirikan partai,” paparnya
Dilansir dari idtoday, kala itu, Ventje menyampaikan bahwa banyak orang yang menginginkan SBY menjadi pemimpin nasional, termasuk menjadi wakil presiden.
Namun, realitas politik tidak memungkinkan lantaran Susilo Bambang Yudhoyono saat itu tidaklah memiliki partai.
“Begitu pula dengan pemilihan jumlah deklarator pendiri partai sebanyak 99 orang. Di antara deklarator itu, bahkan ada nama staf pribadi SBY,” sambung Herzaky.
Lalu setelah partai terbentuk, Ani Yudhoyono selaku istri SBY juga didapuk menjadi wakil ketua umum.
Hal-hal tersebut dilakukan demi meyakinkan publik dan sekaligus menjadi representasi SBY di Partai Demokrat.
“Ini kenyataan sejarah yang tidak bisa dimungkiri. Kalau dibilang tidak ada keringat Pak SBY mendirikan partai, itu ketahuan orang yang tidak paham sejarah,” ujar Herzaky.
Sehubungan dengan itu, SBY sendiri memang tidak pernah mengklaim berdirinya Partai Demokrat sebagai perjuangannya sendiri.
Akan tetapi, pengurus mengaku heran jika kini banyak deklarator atau pendiri partai yang merasa lebih besar dan berjasa mendirikan partai.
Sedangkan menurut Herzaky, Partai Demokrat sebenarnya didirikan untuk menjadi kendaraan politik guna mendorong SBY menjadi calon presiden.
Lalu publik pun memilih Demokrat karena memang ingin Susilo Bambang Yudhoyono punya kendaraan politik.
“Realita politik menyebutkan kalau tidak ada figur Pak SBY, orang enggak akan memilih Partai Demokrat, enggak segitu angkanya,” terang Herzaky.
“Sebagai contoh, suara Partai Demokrat 20 persen di tahun 2009, suara Bapak SBY 61 persen. Ini saja sudah menunjukkan ketokohan Bapak SBY itu sangat penting bagi Partai Demokrat,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
