Sebut Anies Cocoknya Bawa Tanah dari Petamburan atau Mega Mendung, Rudi: Sebagai Pengingat Bahayanya Politik Ayat dan Mayat

Sebut Anies Cocoknya Bawa Tanah dari Petamburan atau Mega Mendung, Rudi: Sebagai Pengingat Bahayanya Politik Ayat dan Mayat

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Rudi Valinka berkomentar soal Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang membawa tanah dari Kampung Akuarium, Jakarta Utara, untuk Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur.

Ia menyindir bahwa Anies Baswedan lebih cocok membawa tanah dari Petamburan atau Mega Mendung sebagai pengingat bahayanya politik ayat dan mayat.

“Cocoknya bawa tanah dari Petamburan atau Mega Mendung sebagai pengingat ke anak cucu kita  betapa bahayanya politik Ayat dan Mayat di calon Bekas Ibukota,” kata Rudi Valinka.

“Dan dibawa langsung dari seorang pemimpin yang menghalalkan segala cara,” sambungnya, sebagaimana dikutip dari akun Twitter pribadinya pada Senin, 14 Maret 2022.

Dilansir dari CNN Indonesia, Anies Baswedan membawa tanah dari Kampung Akuarium, Jakarta Utara, untuk Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur.

Baca Juga

Sebagaiman diketahui, semua gubernur yang diundang Presiden Jokowi ke IKN diminta membawa tanah dan air dari provinsi masing-masing.

Tanah dan air itu digunakan untuk ritual Kendi Nusantara yang digelar hari ini bersama Presiden Jokowi.

“Tanah dari Kampung Aquarium ini menitipkan harapan bahwa pembangunan kota baru yang akan dijadikan ibu kota ini hendaknya tidak memarjinalkan rakyat kecil dan akan memberikan kemajuan dan kebahagiaan bagi semua, khususnya rakyat kebanyakan,” kata Anies melalui Twitter-nya, Minggu, 13 Maret 2022.

Tanah Kampung Akuarium yang dibawa Anies untuk IKN Nusantara dicangkul dan dikumpulkan oleh para ibu warga setempat.

Di akun Twitternya, Anies menyertakan video yang merekam para ibu saat mencangkul dan mengumpulkan tanah Kampung Akuarium.

Kepala Sekretariat Presiden (Kasatpres), Heru Budi Santoso berkata filosofi tanah dan air yang dibawa oleh para gubernur dari seluruh Indonesia saat prosesi Kendi Nusantara adalah sebagai simbol keberagaman.

Ia menyebut bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki perbedaan kearifan lokal dari Aceh sampai Papua.

“Dituangkan dalam simbolis tanah dan air, dijadikan satu menjadi kalimat tanah air, dan para gubernur sudah menyerahkan dan puncaknya besok bersama bapak presiden,” kata Heru pada Minggu.

Heru mengatakan ritual Kendi Nusantara tersebut dibarengi doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar program pemindahan IKN dapat berjalan lancar.

Hal ini dimaksudkan agar program besar ini bisa berjalan dengan baik dan semua elemen masyarakat bisa mendukung.

“Prosesinya adalah para gubernur membawa tanah dan air dari masing- masing wilayah dimana diambil dari titik-titik lokasi yang tentunya sesuai dengan kearifan lokal dan budaya masing-masing,” ujarnya.

Kampung Akuarium sendiri merupakan salah satu wilayah yang pernah mendapat sorotan masyarakat.

Wilayah ini pernah digusur pada 2016 ketika Jakarta dipimpin oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dinilai tidak sesuai peruntukan ruang kota sekaligus untuk revitalisasi cagar budaya.

Pemerintah DKI Jakarta kala itu mengklaim warga di Kampung Akuarium berada di atas lahan yang berstatus milik PD Pasar Jaya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.