Terkini.id, Jakarta – Isu perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan penundaan Pemilu 2024 tak dimungkiri belakangan ini sedang menjadi perbincangan publik.
Meski jauh sebelumnya telah menolak tiga periode dengan tegas, nyatanya isu tersebut kembali hidup.
Nah, terrkait hal itu, Komisaris Ancol, yakni Geisz Chalifah, menyebutnya bahaya hingga menyindir Presiden Jokowi.
Bahkan, menurutnya, jikalau hal ini tetap diteruskan, ia pun mempertanyakan letak perbedaannya dengan Soeharto.
Selain itu, ia juga mengingatkan Presiden Jokowi soal langkah yang dilakukan BJ Habibie pada 1998 silam saat menggantikan Soehato sebagai Presiden.
- Ada Tudingan Politisasi Stadion JIS, Erick Thohir: Justru Kebalik
- Geisz Chalifah Tantang PDIP Buktikan Politik Identitas Anies Baswedan
- Bela Anies Baswedan, Geisz Chalifah: Jokowi Memberi KTP di Kampung Itu
- Mantan Gubernur DKI Jakarta Ditunjuk Sebagai Komisaris Ancol yang Baru
- Geisz Chalifah: Prestasi Anies Ada di Hati Warganya Bukan di Mulutnya Hasto
“Meski banyak pihak yang mendorong Habibie melanjutkan masa jabatan, dia tetap memilih berhenti,” ujarnya dalam diskusi Total Politik, dikutip terkini.id via Galamedia pada Senin, 28 Februari 2022.
Ia pun membandingkan sosok Jokowi dengan Soeharto. Seperti diketahui, usai memimpin Indonesia selama 32 tahun, banyak pihak yang menolaknya hingga akhirnya mundur.
Menurut Geisz, jika Jokowi tak tegas menolak tawaran perpanjangan, mantan Wali Kota Solo itu tak akan berbeda dengan Soeharto.
“Sudah ada yang mengingatkan, orang-orang yang berbeda sikap dengan Soeharto. Kalau ini diteruskan bedanya apa dengan Soeharto?”
Geisz pun mendukung penjelasan dari ahli hukum tata negara sekaligus Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, bahwa perpanjangan masa jabatan presiden tidak memiliki landasan hukum.
Ia khawatir jika wacana itu terealisasi, maka justru akan menimbulkan kevakuman legitimasi kekuasaan sehingga memicu konflik di tengah masyarakat.
“Dan ini sebagai negara sangat berbahaya apabila kita memiliki seorang presiden yang tidak memilik legitimasi hukum. Itu sangat berbahaya sekali.”
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
