Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Ummat, MS Kaban menilai bahwa Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri cenderung hanya memburu aktivis muslim.
Oleh sebab itu, ia menyarankan kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi, DPR RI, dan Kapolri untuk membubarkan Densus 88.
Selain itu, MS Kaban juga menilai bahwa Densus 88 lagi-lagi mengambil langkah berlebihan membunuh manusia tanpa keputusan pengadilan.
Menurutnya, Densus 88 telah membunuh 116 orang nanya dengan berdasarkan tuduhan.
“Densus 88 meniru SAVAC zaman Sah Iran,” kata MS Kaban melalui akun Twitter pribadinya pada Kamis, 10 Maret 2022.
- Harapkan MPR Evaluasi Jokowi pada 16 Agustus, MS Kaban: Adili Kebijakan Presiden Demi Keadilan Sosial
- MS Kaban: Harga Cepat Turun, Cuma Sayang Presidennya Gak Turun-Turun
- MS Kaban: Pantas Rezim Ini Hancur-hancuran Wong Pendukungnya Oon
- Kang Dede ke MS Kaban: Koruptor Macam Anda Mana Rakyat Percaya
- Singgung Presiden Tak Becus, MS Kaban: Indonesia Bermartabat dengan Pemimpin Baru
“PYM Pres Jokowi KaPOLRI dan DPRRI sebaiknya Densus 88 dibubarkan. Densus tendensius hanya memburu”aktifis” muslim,” sambungnya.
Sebagaimana diketahui, Densus 88 menembak mati tersangka teroris yang berasal dari lembaga Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI).
Dilansir dari Detik News, peristiwa penembakan ini terjadi di wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah pada Rabu malam, 9 Maret 2022.
Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar mengungkapkan bahwa tersangka itu bernama Dokter Sunardi.
“Ya benar (dokter Sunardi). Penjelasannya nanti akan disampaikan oleh Div Humas ya,” kata Aswin pada Kamis, 10 Maret 2022.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
