Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN Institute), Muhammad Mualimin mengatakan bahwa Front Pembela Islam (FPI) sudah menjadi tulang-belulang sejarah.
Oleh sebab itu, Mualimin meminta para pendukung FPI untuk ikhlas dan menerima kenyataan tersebut.
Hal itu ia katakan saat diminta tanggapan soal simpatisan mantan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS) yang disebut membuat onar di saat putusan banding di Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta.
Mualimin mengatakan, simpatisan juga harus paham bahwa sekuat apapun massa yang demo, Rizieq tak mungkin keluar dari penjara.
“Kalau masa hukumannya, belum habis,” katanya pada Senin, 30 Agustus 2021, dilansir dari GenPi.
- FPI dan Alumni 212 Tolak Pencapresan Anies Baswedan yang Dideklarasi NasDem
- Rapat Komisi III DPR Singgung KM 50, Mahfud MD: Itu Urusan Kapolri
- Ramai Tagar Bongkar Pembantai KM 50, Denny Siregar: Ada yang Menari di Kasus Ferdy Sambo
- Akun Manowar Sindir Habib Rizieq: Jelang Pilpres 2024, Pedagang Agama Mulai Pasang Umpan
- Kasus Irjen Ferdy Sambo Dikaitkan Peristiwa KM50, Denny Siregar: Gak Laku, Bos!
Ia juga mengingatkan bahwa cara barbar premanisme seperti yang dilakukan para simpatidan Rizieq sebaiknya tidak digunakan.
Sebab, lanjut Mualimin, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara hukum yang punya aturan main.
Ia menyinggung, FPI yang didirikan oleh Rizieq Shihab kini sudah kadung menjadi ormas terlarang.
“Sekuat apapun demo minta HRS dibebaskan, tak mempan,” ungkapnya
Mualimin menjelaskan, Polri dan TNI sudah sepakat bersama Pemerintah Joko Widodo menganggap FPI sebagai ormas terlarang.
“Ormas ini sudah jadi tulang-belulang sejarah, pendukungnya harus ikhlas merelakan,” tandas Mualimin.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
