Terkini.id, Jakarta – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), yakni Umar Hasibuan atau yang akrab disapa Gus Umar, turut berkomentar terkait kabar Indonesia yang tak mendapatkan kuota haji dari pemerintah Arab Saudi.
Padahal, menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, tetapi justru tak diberi jatah kuota haji.
Maka dari itu, melalui cuitannya di media sosial, Gus Umar pun tampak menyampaikan keheranannya terhadap pengetatan penerimaan jemaah haji yang dibuat oleh pemerintah Arab Saudi.
“Negara dgn muslim terbesar di dunia tak dapat kuota haji tahun ini,” tulis Gus Umar, sebagaimana dikutip terkini.id pada Rabu, 2 Juni 2021, via Twitter.
Lebih jauh, tokoh NU itu lantas melontarkan sebuah pertanyaan apakah memang ada yang salah dengan negeri ini.
- Turut Soroti Aksi Pelajar Tendang Nenek, Gus Umar: Betapa Biadab Kelakuannya!
- Kamaruddin Tak Lagi Tampil di Publik, Gus Umar: Mungkin Dia Sudah Lelah!
- Luhut Turun Tangan Soal Kasus Brigadir J, Gus Umar: Sikat Semua!
- Sebut Tewasnya Brigadir J Akhir Karir Ferdy Sambo, Gus Umar: Tuhan Itu Gak Tidur!
- Benny Sebut Kasus Brigadir J Tak Ada Kejanggalan J, Gus Umar: Pak Listyo Tolong Periksa Bapak Ini!
“Ada yg salah dgn Republik ini?” tutupnya keheranan.
Seebelumnya, Arab Saudi memang melakukan pengetatan penerimaan jemaah haji 2021.
Hal itu kemudian berdampak pada Indonesia yang tidak mendapatkan kuota keberangkatan untuk tahun ini.
Dengan keputusan Arab Saudi tersebut, maka sudah dua tahun berturut-turut Indonesia tidak memberangkatkan jemaah haji ke Tanah Suci.
Disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, Indonesia memang tidak bisa memberangkatkan jemaah haji untuk tahun 2021.
Oleh karena itu, Dasco mengatakan bahwa saat ini tidak terlalu perlu membahas perihal vaksin untuk jemaah haji.
“Untuk sementara ini, kita tidak usah membahas vaksin terlebih dahulu karena informasi terbaru yang kita dengar ini kita tidak mendapatkan kuota haji,” ujar Dasco dalam keterangannya pada Rabu, 2 Juni 2021, dikutip terkini.id dari Pikiran Rakyat.
“Ini tentunya jadi pelajaran bagi kita supaya persoalan terkait vaksin lebih diperhatikan sehingga hal seperti ini tidak kembali terulang,” tuturnya melanjutkan.
Kerajaan Arab Saudi memang melakukan pengetatan jemaah haji di mana mereka hanya menerima jemaah yang sudah disuntik vaksin Covid-19 alias telah menerima Emergency Use Listing Procedure (EUL) dari WHO.
Adapun beberapa vaksin yang telah menerima EUL dari WHO, yakni Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson, dan AstraZeneca.
Sementara itu, di Indonesia sendiri pemakaian vaksin AstraZeneca masih dalam jumlah yang sangat terbatas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
