Sebut Iwan Dipecat Novel, Febri Diansyah: Kebohongan Apa yang Anda Sebar?

Terkini.id, Jakarta – Pengakuan Iwan Ismail, mantan pegawai tidak tetap KPK di bagian pengamanan atau singkatnya sebagai petugas satpam, melalui surat terbukanya yang beredar dan mengaku dipecat KPK sekitar 2 tahun lalu, membuat pegiat sosial media, Denny Siregar angkat bicara melalui akun twitternya.

Menurutnya, dipecatnya Iwan Ismail dilakukan oleh Novel Baswedan.

“Iwan Ismail satpam lama KPK dipecat Novel Baswedan, karena memotret meja kerja yang ada bendera HTI. Novel Baswedan dipecat KPK karena tidak lolos TWK. Orang bilang hidup itu tidak adil. Tapi ada saat keadilan itu datang dalam bentuk pembalasan yang lebih menyakitkan,” tulis Denny Siregar yang dilansir dari detiknews, Selasa 5 Oktober 2021.

Baca Juga: Denny Siregar: Terorisme itu Ada, Nyata dan Kejam

Cuitan Denny Siregar itu dibalas mantan juru bicara KPK Febri Diansyah. Febri Diansyah menyebutkan Novel Baswedan bukanlah pihak yang berwenang untuk memecat seseorang di KPK.

“Di twit ini anda @Dennysiregar7 tulis Satpam dipecat Novel, padahal Novel penyidik KPK yang tidak ada hubungan dan tidak punya kewenangan berhentikan pegawai. Padahal Novel berada di lantai lain dan bendera yang difoto di meja jaksa di lantai berbeda. Kebohongan apa yang Anda sebar? Untuk apa?” kata Febri.

Baca Juga: Denny Siregar Sebut Ada yang Mau Boikot Film Sayap Sayap...

Denny Siregar tak tinggal diam. Dia kembali membalas cuitan Febri.

“Gak usah sok lugu gitu deh, mas @febridiansyah. Saya tau anda orang pinter, kan gak mungkin tangan Nopel yang ‘bersih’ dan jabatannya tinggi itu langsung memecat seorang satpam. Tapi kita juga betapa kuatnya pengaruh Nopel waktu itu. Dan fakta ini jangan diabaikan,” sebut Denny Siregar.

Febri kembali membalas Denny Siregar. Dia meminta Denny Siregar membuktikan ucapannya.

Baca Juga: Denny Siregar Sebut Ada yang Mau Boikot Film Sayap Sayap...

“Mulai melintir kan? Kemarin anda @Dennysiregar7 bilang Novel yang mecat. Sekarang bicara pengaruh Novel. Memecat itu berbeda dengan pengaruh. Jabatan Novel tinggi? Ga juga. Ia bahkan bukan Pejabat Struktural. Di atasnya ada 3 level sampai Pimpinan. Coba buktikan fitnah tentang Novel yang pecat satpam,” ucap Febri Diansyah.

Bagikan