Masuk

Sebut Label Baru Terkesan Etnosentris, Fadli Zon: Bukankah Ada Kaidah Dalam Penulisan Kaligrafi?

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Melalui sebuah cuitan di akun media sosial, Fadli Zon mengkritik logo baru halal MUI yang telah dirilis Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementerian Agama (BPJPH Kemenag).

Fadli Zon Mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 dalam cuitannya mengatakan bahwa desain label baru halal terkesan etnosentris dan tidak tegas menuliskan kata halal.

“Logo baru itu terkesan etnosentris dan kelihatan menyembunyikan tulisan halalnya,” kata dia di akun Twitter miliknya, @fadlizon.

Baca Juga: Soal Twitter, Elon Musk Buka-bukaan di Forum B20 di Bali

Anggota Komisi I DPR RI itu mengatakan label halal seharusnya mudah dibaca.  Selain itu, tulisan halal harus tegas meskipun memakai kaligrafi.

“Bukankah ada kaidah dalam penulisan kaligrafi? Sebab itu, logo halal di seluruh dunia tetap jelas bahasa Arabnya, dengan menggunakan warna hijau,” pungkas Fadli.

Sebelumnya, Kementerian Agama lewat Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menetapkan label halal Indonesia yang berlaku secara nasional.  Dikutip dari Jpnn. Senin, 14 Maret 2022.

Baca Juga: Wanita Hamil Asal Malaysia Derita Alergi Aneh: Awal Kejadian Saat Bangun Tidur

Dengan Ketetapan itu dituangkan ke dalam surat keputusan Kepala BPJPH Nomor 40 Tahun 2022 tentang Penetapan Label Halal.

SK yang ditetapkan di Jakarta pada 10 Februari 2022 itu ditandatangani Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham dan berlaku efektif terhitung sejak 1 Maret 2022.

Desain label halal baru berbentuk gunungan dan motif surjan atau lurik gunungan pada wayang kulit yang berbentuk limas, lancip ke atas.

Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham mengunkapkan bahwa desain label halal baru diambil melalui pembahasan cukup panjang.

Baca Juga: Elon Musk Ambil Alih Twitter, Pengguna Media Sosial Mastodon Alami Lonjakan

Semua aspek diperhitungkan salah satunya agar logo halal Indonesia ini menonjol, elegan, estetis, dan bisa diterima semua kalangan termasuk milenial yang kini sangat peduli dengan kehalalan suatu produk.

“Jadi, ada bentuk bulat, kotak, dan lainnya,” kata Aqil Irham.

Dia bahkan membantah tuduhan yang menyebut ada intervensi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam penetapan logo halal Indonesia tersebut.

“Semua murni hasil pembahasan tim dan kemudian ditetapkan berlaku efektif terhitung sejak 1 Maret 2022,” pungkasnya.