Wah, Fadli Zon ‘Menghilang’ Usai Ditegur Prabowo? Pengamat Singgung Pembungkaman hingga Sarankan Pindah Partai

Wah, Fadli Zon ‘Menghilang’ Usai Ditegur Prabowo? Pengamat Singgung Pembungkaman hingga Sarankan Pindah Partai

FR
R
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Fadli Zon, anggota DPR RI dari Partai Gerindra, mendadak ‘menghilang’ dari media sosial usai disebut mendapat teguran dari sang ketua umum, yakni Prabowo Subianto.

Diinformasikan bahwasanya Fadli Zon ditegur oleh Prabowo terkait cuitannya yang sebelumnya tampak menyentil Presiden Joko Widodo alias Jokowi terkait banjir di Sintang.

Ya, seperti diketahui, Fadli Zon memang sempat menjadi sorotan lantaran melontarkan sindiran kepada Presiden Jokowi soal banjir di Sintang bertepatan saat diresmikannya Sirkuit Mandalika di Lombok beberapa waktu lalu.

“Luar biasa Pak. Selamat peresmian Sirkuit Mandalika. Tinggal kapan ke Sintang, sudah 3 minggu banjir belum surut,” tulis Fadli Zon, dikutip terkini.id via Twitter pada Selasa, 16 November 2021.

Nah, menanggapi hal tersebut, aktivis sekaligus pengamat Ferry Koto menilai bahwasanya teguran Prabowo atas sindiran Fadli Zon itu justru seolah pembungkaman.

Baca Juga

Ia pun beranggapan, Prabowo justru dirugikan karena terkesan membungkam. Apalagi menurutnya, cuitan Fadli Zon tidak perlu dipersoalkan.

“Apa masalahnya twit Fadli ini sampai ditegur & dua hari tak mencuit? Sebuah apresiasi ke Pres plus mengingatkan,” ujar Ferry, dikutip via Galamedia.

Ia melanjutkan, cuitan Fadli Zon memang terkesan nyinyir, tetapi jika harus Prabowo turun tangan, maka justru menimbulkan kesan negatif.

“Memang terkesan nyinyir, tapi nyinyir kenyinyiran sampai Capres 2024, @prabowo turun tangan, malah terkesan Prabowo membungkam.”

Ia pun menyarankan agar Fadli Zon pindah ke partai lain, yaitu ke Partai Gelora besutan Fahri Hamzah yang juga dikenal sahabatnya.

“Pindak ke @partaigeloraid aja sanak,” pungkasnya.

Di sisi lain, juru bicara Gerindra, Habiburokhman, menyatakan bahwa Prabowo menegur Fadli Zon secara langsung melalui Sekjen, Ahmad Muzani.

“Pak Prabowo melalui Pak Sekjen,” terangnya singkat.

Ia lantas menegaskan bahwa sindiran Fadli Zon melalui cuitan Twitter soal banjir Sintang bukan merupakan sikap atau pernyataan Partai Gerindra.

“Soal tweet Pak Fadli Zon soal Sintang, kami perlu meluruskan jika statement tersebut tidak mewakili fraksi atau partai.”

Dalam keterangan yang sama, Habiburokhman juga mengungkapkan bahwa partainya meminta maaf atas ketidaknyamanan akibat cuitan kadernya itu.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.