Terkini.id, Jakarta – Cendekiawan muslim, Ayang Utriza Yakin mempertanyakan kepada Kapolri, Jenderal Listyo Sigit mengenai kelanjutan kasus Fahmi Alkatiri hingga Mustofa Nahrawardaya.
Ia bertanya kapan orang-orang yang menurutnya menjadi perusuh dan perusak kebhinnekaan NKRI ini akan ditangkap.
“YM. Bapak Jenderal @ListyoSigitP: kenapa perusuh dan perusak kebhinekaan NKRI belum ditangkap?” kata Ayang Utriza Yakin melalui akun Twitter pribadinya pada Kamis, 27 Januari 2022.
Selain Fahmi Alkatiri dan Mustofa Nahra, Ayang Utriza juga menyebutkan nama-nama lain, yakni Edy Mulyadi dan Haikal Hassan.
“1.) Fahmi Alkatiri, 2.) Eddy Mulyadi, 3.) Hassan Haekal, 4.) Musthofa Nahrawardaya, 5.) dll,” kata Ayang Utriza melalui akun Twitter pribadinya pada Kamis, 27 Januari 2022.
- Posting Surat Pelaporan Akun Fahmi Alkatiri, Netizen: Polisi Harus Gercep
- Sindir Fahmi Alkatiri, Yusuf Muhammad: Setelah Ngata-ngatain Orang Se-Indonesia, Eh Sekarang dengan Gampang Minta Maaf
- Tanggapi Protes Yunarto soal Cuitan Fahmi Alkatiri, Husin Shihab: Bro, Bikin LP Itu Capek, Mending Lo Aja yang Bikin
- Fahmi Alkatiri Minta Maaf, Netizen: Maafmu Kami Terima Tapi Proses Hukum Jalan Terus
- Sindir Fahmi Alkatiri, Chusnul: Setelah Ngatain Kita dengan Sebutan Binatang, Sekarang Manggil Kita Saudara
“Laporan sudah masuk ke @DivHumas_Polri: kapan ditangkap? dituntut @KejaksaanRI? & diadili hakim?” sambungnya.
Dalam cuitannya, Ayang Utriza tidak menyebutkan secara spesifik soal kasus orang-orang yang ia singgung di atas.
Namun, sebagaimana diketahui, Fahmi Alkatiri sempat ramai diserukan untuk ditangkap sebab dinilai menghina nenek moyang dan pribumi Indonesia.
Adapun Edy Mulyadi ini masih ramai dibicarakan karena dinilai menghina Kalimantan dengan sebutan “tempat jin buang anak”.
Haikal Hassan pernah beberapa kali dilaporkan ke polisi, salah satunya adalah soal dugaan penyebaran berita bohong karena menyebut mimpi bertemu Rasulullah.
Adapun Mustofa Nahra pernah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan menyebarkan kabar bohong atau hoaks.
Dilansir dari Tempo, ia dilaporkan oleh seseorang terkait cuitnya di Twitter pribadinya mengenai tewasnya seorang remaja, Harun, dalam kerusuhan 22 Mei 2019 akibat dipukuli polisi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
