Makassar Terkini
Masuk

Sebut PKI dan Komunis Sudah Ada di Sekitar Kekuasaan, Ketum PA 212 Sentil Panglima TNI, Suruh Lakukan Ini

Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Alumni (PA) 212, yakni Slamet Ma’arif, buka suara soal PKI dan komunis.

Menurutnya, saat ini PKI dan komunis sudah bangkit dan bahkan terdapat di sekitar kekuasaan.

Ia pun lantas menyentil Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang menurut Slamet, fokusnya seharusnya dimaksimalkan untuk menindak aksi teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Hal itu katanya lebih efektif ketimbang merevisi syarat seleksi prajurit yang membolehkan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) mendaftar.

Ya, begitulah Slamet Ma’arif menanggapi pernyataan terbaru Jenderal Andika Perkasa yang membolehkan keturunan PKI menjadi anggota TNI.

“Semoga rakyat makin sadar kalau PKI atau Komunis itu ada dan bangkit bahkan sangat kuat, diduga sudah ada di sekitar kekuasaan,” ujar Slamet kepada Kantor Berita Politik RMOL, dikutip terkini.id pada Kamis, 31 Maret 2022.

Slamet heran atas pernyataan Panglima Jenderal Andika karena hingga saat ini TAP MPRS XXV/1965 belum dicabut.

“Apa Panglima lupa TAP MPRS 26 tahun 1965 tentang larangan PKI belum dicabut?” tanyanya.

“Apa ada jaminan anak keturunan tidak berideologi komunis? Karena faktanya banyak anak keturunan yang terlihat membangkitkan ideologi dan paham PKI.”

Daripada membolehkan keturunan PKI menjadi anggota TNI, sambung Slamet, Jenderal Andika diminta untuk fokus mengatasi dan memberantas teroris KKB di Papua yang terus memakan korban dari pihak TNI-Polri.

“Saran saya kepada Panglima TNI, sekarang fokus aja kerahkan kekuatan TNI untuk tindak teroris KKB di Papua,” tandas Slamet.