Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Rocky Gerung menanggapi soal keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengganti sejumlah menteri di kabinet pemerintahannya.
Lewat tayangan videonya di kanal Youtube Rocky Gerung Official, Selasa 22 Desember 2020, Rocky menyebut publik tak lagi peduli dengan pergantian kabinet menteri di situasi saat ini.
Menurutnya, siapapun nama calon menteri yang dipanggil pihak Istana Negara tidaklah penting. Yang lebih penting saat ini, kata Rocky, yakni siapa yang dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Komnas HAM.
“Ini (pergantian menteri) suatu peristiwa yang orang enggak anggap lagi penting. Dipanggil dia jadi menteri, mau dipanggil jadi apapun di Istana,” ujar Rocky Gerung.
“Orang anggap yang lebih penting kita menunggu seseorang atau beberapa orang dipanggil oleh KPK, atau dipanggil oleh Komnas HAM,” sambungnya.
- Borong Prestasi di OSN-K 2026, Empat Murid SMAN 13 Bulukumba Lolos ke Tingkat Provinsi
- Dosen Unismuh Makassar Perkuat Kompetensi Pragmatik Pendidik lewat PKM Internasional Bersama Isabela State University Filipina
- Dugaan Pemalsuan KK untuk Ambil BLT Kesra Meluas ke Sejumlah Desa di Tamalatea Jeneponto
- Wujudkan Generasi Sehat, Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku Gelar Khitanan Massal Gratis untuk 130 Anak
- Dirgahayu Yonif 726 Tamalatea, Kapolres Jeneponto Tegaskan Sinergitas TNI Polri Tak Pernah Layu
Terkait hal itu, Rocky pun memberi contoh dimana publik hanya menghapal nama menteri apabila menteri tersebut telah dipanggil KPK.
“Enggak ada orang yang hapal nama menteri sampai akhirnya dikasih rompi kuning (rompi KPK) baru orang hapal namanya,” tuturnya.
Dalam videonya itu, Rocky juga menilai bahwa publik sekarang ini justru ingin melihat adanya politik keadilan terhadap KPK maupun Komnas HAM.
Hal itu diutarakan Rocky Gerung menanggapi kasus korupsi yang dilakukan oleh dua menteri yakni Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.
“Baterai kabinet udah habis, enggak ada cahaya lagi. Publik sudah melampaui isu tentang politik elit, orang enggak peduli lagi. Sekarang orang ingin lihat politik keadilan,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan reshuffle kabinet Indonesia Maju pada Selasa 22 Desember 2020 hari ini.
Didampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Jokowi memperkenalkan sejumlah tokoh yang menjadi menteri baru di kabinet pemerintahannya itu.
Adapun nama-nama yang masuk sebagai menteri Jokowi yang baru yakni Tri Rismaharini (Menteri Sosial), Sandiaga Uno (Menparekraf), Budi Gunardi Sadikin (Menteri Kesehatan), Yaqut Cholil (Menteri Agama), Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan), dan Mohammad Lutfi (Menteri Perdagangan).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
