Sejumlah Organisasi dan Warga Akan Gugat PT Nindya Karya, Ini Penyebabnya

Konsolidasi Forom Jeneponto Menggugat di Sekretariat HMI cabang Jeneponto, di jalan Lanto Daeng Pasewang Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto

Terkini.id,Jeneponto – Sejumlah organisasi pemuda dan masyarakat Kabupaten Jeneponto akan menggugat PT Nindya karya sebagai pelaksana proyek pembangunan bendungan Kareloe di Jeneponto.

Para Pemuda dan masyarakat yang tergabung dalam forum Jeneponto Menggugat (FJM)  melaksanakan konsolidasi di Sekretariat HMI cabang Jeneponto, bakal menggugat penanggung jawab pelaksanaan proyek pembangunan bendungan Kareloe atas dugaan hancurnya temporary dan cofferdam yang diduga menjadi penyebab banjir bandang di Jeneponto yang merenggut nyawa 15 orang  dengan kerugian kurang lebih 182 miliar.

“Alhamdulillah dengan mengucapkan bismillah, malam ini kita kumpul 22 orang dari berbagai OKP dan masyarakat untuk merapatkan barisan dan dengan niat yang ikhlas kita akan menggugat untuk mengungkap fakta penyebab banjir bandang yang meluluhlantahkan sejumlah kelurahan dan desa di Jeneponto,” kata Edwar Mile salah seorang pemerkasa Forum Jeneponto menggugat kepada terkini.id, Rabu, 6 Februari 2019 malam.

Sementara, Ketua HPMT Jeneponto, Wawan Herdiawan yang hadir dalam konsolidasi Forom Jeneponto Menggugat, mengatakan dengan etikat baik forum tersebut akan bergerak untuk kepentingan masyarakat yang menjadi korban banjir bandang yang diduga disebabkan oleh hancurnya temporary dan cofferdam pembangunan waduk Kareloe.

“Forum ini akan berupaya mengungkap fakta penyebab banjir bandang dan akan mendesak pihak yang bersangkutan untuk bertanggung jawab terhadap kerugian para korban yang diduga diakibatkan oleh hancurnya temporary dan cofferdam pembangunan waduk Kareloe,” tegas Wawan Herdiawan dalam konsolidasi.

Dimana dalam konsolidasi tersebut disepakati beberapa strategi dalam mengungkapkan fakta penyebab banjir bandang yang terjadi pada 22 Januari 2019 lalu.

Berita Terkait
Komentar
Terkini