Terkini.id, Jakarta – Ketimbang berbicara penundaan pemilu, Sekjen Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Mahfuz Sidik meminta elite politik yang berada di lingkaran legislative lebih membahas isu substansi yang dirasakan rakyat.
Alih-alih menyikapi penundaan pilkada, Mahfuz meyakini elite politik di legislatif mampu mengatasi kenaikan harga komoditas pertanian yang terjadi sejak akhir 2021 hingga awal 2022.
“Tidak usah berpikir penundaan Pemilu, selesaikan saja kasus minyak goreng atau selesaikan kasus tahu dan tempe,” kata Mahfuz, seperti yang dikutip dari Suaracom. Senin, 28 Februari 2022.
Menurut mantan anggota DPR RI itu, masyarakat harus dididik bagaimana menghadapi kendala ekonomi saat ini. Mengingat keyakinan keliru yang dapat memicu masalah sosial dan politik, seperti perdebatan tentang penundaan Pemilihan Umum 2024, tidak sebaliknya.
“Saat ini begitu banyak kepentingan global yang bermain, begitu kita ada krisis sosial dan krisis politik, kekuatan global akan masuk ke Indonesia untuk memainkan situasi,” tutur Mahfuz.
- Putusan PN Jakpus Tidak Mengikat, DPR: KPU Tetap Lanjutkan Tahapan Pemilu 2024
- Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Perintahkan Tunda Pemilu 2024, Ini Penyebabnya!
- Luhut Binsar Panjaitan Tidak Mau Buka Big Data 110 Juta Suara Ingin Pemilu Ditunda, Pengamat Politik: Ini Praktik Manipulasi Opini Publik
- Luhut Menginginkan Pemilu Ditunda, Rizal Ramli: Bang Luhut Hati-Hati Dah Jangan Ngeyel Jangan Kebablasan
- Isu Reshuffle Bakal Dilakukan Jokowi, Demokrat: Langkah yang Tepat Daripada Mengemis Minta Pemilu Ditunda!
Sebelumnya, beberapa elite parpol sudah merekomendasikan agar Pilkada 2024 ditunda.
Kontroversi itu bermula dari pernyataan Muhaimin Iskandar, atau Gus Muhaimin, Ketua Umum PKB. Dia mengutip ekonomi sebagai alasan untuk mendorong pemilihan ke 2024.
Semula, pemilihan umum partai demokrat itu akan ditunda selama dua tahun.
Partai Amanat Nasional, di sisi lain, antusias dengan topik (PAN). Partai politik yang didirikan pada tahun 1998 ini mendukung gagasan untuk menunda Pemilihan Umum 2024 setelah mempertimbangkan berbagai faktor.
“Kami memutuskan setuju pemilu diundur,” kata Ketua Umum PAN Zulkfli Hasan.
Namun, wacana ini ditentang oleh partai. Tidak hanya partai oposisi, wacana ini juga mendapat penolakan dari partai koalisi Jokowi, seperti NasDem, PDIP, dan PPP, sedangkan ada pula yang belum menentukan sikap tegas, yakni Gerindra.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
