Terkini.id, Jakarta – Hasto Kristiyanto selaku Sekjen PDIP menanggapi pernyataan Partai Demokrat yang berujar bahwa tingkat kepuasan pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak pernah serendah Jokowi.
Dilansir dari detik.com, Senin 16 Mei 2022, menurut Hasto Kristiyanto, tingkat kepuasan pada pemerintahan SBY tidak lain adalah pencitraan yang dijadikan tolak ukur kualifikasi pemimpin.
Oleh karena itu Partai Demokrat langsung berpikir negatif soal pemerintahan Jokowi hanya karena persentase dari lembaga survei.
“Bagi Partai Demokrat, kepuasan atas pencitraan Pak SBY nampaknya segalanya dan menjadi tolok ukur terpenting tentang kualifikasi pemimpin, sehingga Partai Demokrat langsung menilai negatif terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi hanya gara-gara urusan ketidakpuasan,” ujar Hasto Kristiyanto, dikutip dari detik.com, Senin 16 Mei 2022.
PDIP menurut Hasto Kristiyanto tidak mengejar pencitraan. Selain itu keputusan yang diambil Jokowi terkadang dinilai pahit namun semua itu untuk kepentingan bangsa Indonesia.
- Minta Jokowi Contohi SBY, Jusuf Kalla: Jangan Terlalu Terlibat Politik
- Rizal Ramli Ungkap Jokowi Pernah Curiga Kalau SBY Dibalik Gerakan 212
- Soal Capres, Pengamat Minta Jokowi Belajar Kepada SBY
- Pengamat Anggap Serangan AHY ke Jokowi Untuk Naikkan Elektabilitas Demokrat
- Balas Sindiran AHY ke Jokowi, KSP: SBY Juga Melanjutkan Pemerintahan Sebelumnya
“Bagi PDI Perjuangan menjadi pemimpin itu bukan mengejar elektoral dan pencitraan. Menjadi pemimpin itu ditunjukkan dari tanggung jawabnya bagi masa depan bangsa dan negara. Ketika seorang pemimpin harus mengambil keputusan yang pahit, namun penuh muatan strategis bagi kepentingan masa depan bangsa dan negara, maka di situlah tanggung jawab pemimpin,” ucap Hasto Kristiyanto.
Hasto Kristiyanto kembali mengingatkan publik soal keputusan tentang kenaikan harga BBM beberapa tahun silam.
Jokowi menetapkan kenaikan BBM merupakan wujud keberanian seorang pemimpin yang tidak bisa diwujudkan pada pemerintahan SBY.
“Hal ini nampak dari keputusan Presiden Jokowi pada awal kepemimpinan tahun 2014 dengan menaikkan harga BBM yang hanya dinikmati mereka yang memiliki mobil. Dampak keputusan berani Pak Jokowi nampak dalam kemampuan membangun infrastruktur yang masif yang sama sekali tidak bisa diwujudkan Pak SBY, meski basis kepuasannya relatif tinggi,” imbuhnya.
Hasto Kristiyanto juga menyinggung soal prestasi yang dicapai Jokowi selama menjadi pemimpin Indonesia ini.
Pencapaian di bidang olahraga dan kebudayaan menunjukkan kualitas Jokowi dalam memimpin Indonesia dalam dunia internasional.
“Begitu banyak prestasi Presiden Jokowi, tidak hanya di infrastruktur, namun di bidang kebudayaan, olahraga, dengan keberhasilan Sea Games, penyelenggaraan PON yang spektakuler dan segudang prestasi lainnya. Juga kepemimpinan Indonesia di dunia global, kesemuanya menunjukkan hasil kerja keras seorang pemimpin,” lanjutnya.
Sebagai informasi bahwa Lembaga Indikator Politik telah menerbitkan hasil baru mengenai tingkat kepuasan rakyat Indonesia terhadap kinerja Presiden Jokowi.
Menurut Lembaga Indikator Politik tersebut, tingkat kepuasan Jokowi menurun menjadi 58,1 persen.
Partai Demokrat langsung menanggapinya dengan berujar bahwa pada saat SBY memimpin Indonesia, tingkat kepuasannya tidak serendah Jokowi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
