Terkini.id, Sudiang-Bantilang cafe salah satu tempat nongkrongnya anak muda, lokasinya juga cukup strategis sehingga tidak heran banyak orang atau pengunjung yang datang ke tempat ini, baik diskusi maupun sekedar minum kopi, khususnya di malam hari.
Bantilang Cafe berlokasi di Jalan Goa Ria Sudiang mempunyai varian menu seperti Sarabba, Songkolo, Ubi Goreng, Pisang Goreng, Kentang Goreng, Sop Ubi, Tahu dan Tempe Goreng serta varian menu minuman selain kopi.
Uniknya di lokasi tersebut ditemui lapak bakso, yang ternyata oleh pemilik cafe lapak bakso itu diberikan secara cuma-cuma alias gratis.
Adalah Irfan (30) pemilik usaha bakso Laa Raybaa, sementara Hamsu (27) dilpercaya untuk menjualkan dagangannya.

- Polres Lutim Selidiki Kasus Provokasi yang Mengganggu Aktivitas Investasi Pertambangan
- Percepatan Tanam Lahan CSR, Kementan Dorong Peningkatan Produksi Pangan Nasional
- Ruas Jalan Makassar-Takalar dan Gowa Capai 26 Persen, Gubernur Sulsel: Progresnya Terus Berjalan
- Anggota DPRD Makassar Irwan Hasan Dorong Warga Aktif Laporkan Kendala Layanan di Kecamatan Mariso
- Proyek MYP Sulsel Dikebut, Lima Paket Jalan Tunjukkan Progres Signifikan
Hamsu menuturkan bahwa dirinya tinggal di Jalan Goa Ria Raya. “Asalku dari Pangkep,” terangnya.
Menurut Hamsu, pemilik bakso Laa Raybaa tinggal di seputaran Biringkanaya Makassar. Bakso milik Irfan diberi nama dagang ‘Warung Bakso Laa Rayba.’
“Artinya tidak ada keraguan didalamnya,” demikian dikatakan Hamsu saat ditanya arti dari Laa Rayba.
Selanjutnya menurut Hamsu, bahan dasar bakso kami berbeda dari yang lain, pemilik bakso hanya mengambil bagian paha sapi, pokoknya bagian itu tidak ada tulang, daging semua,” tambah Hamsu.
Selain menjual bakso, pemuda ini turut membantu membersihkan Bantilang Cafe. Salutnya lagi Hamsu tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang muslim, begitu suara azan berkumandang, bergegas dia tinggalkan dagangannya untuk memenuhi panggilan sholat.
Hamsu mulai berjualan bakso sejak pukul 08.00 pagi hari, hingga pukul 22.00 WITA malam. Bakso dagangannya dibandrol hanya Rp 10.000 sampai 20.000 per mangkok, tergantung porsinya. Karena pandemi jualannya sepi.
“Dagangan kami memakai mie bungkus, karena kalau pakai mie yang biasa itu besoknya sudah basi, mubazir jadinya apalagi masa pandemi ini,” tegasnya.
Ketika ditanya terkait pendapatan, Hamsu hanya menjawab Alhamdulillah sepi. “Pagi sampai malam hanya terjual 1 mangkok, bahkan tidak laku sama sekali,” ucapnya.
Hamsu mangkal di Bantilang Cafe yang beralamat di Jalan Goa Ria Raya Sudiang secara gratis. Namun demikian, Hamsu hanya diamanahkan untuk menjaga kebersihan Cafe Bantilang tersebut.
“Saya tidak menyewa tempat ini, dikasih saja dan sekaligus disuruh membersihkan oleh H. Taslim, yang punya Bantilang Cafe,” terangnya kepada media. Sabtu, 29 Agustus 2020.
Hamsu yang dipercaya menjaga Bantilag Cafe sekaligus nyambi berjualan Bakso menuturkan, Bantilang Cafe tempatnya berkualitas, lengkap ada layar proyektor, ada tv, mushalla, wifie, untuk fasilitasnya lengkap, buka mulai dari pukul 09:00 pagi hingga pukul 23:59 WITA.
Selain nongkrong bermain game online, pelanggan juga bisa menggoyang lidah merasakan kenikmatan Bakso Laa Rayba yang halal lagi sehat ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
