Semprot Jubir KLB Deli Serdang, Jansen: Dua Kali Kongres Tidak Ikut, Sekarang Mau Sok Paling Tahu

Terkini.id, Jakarta – Jansen Sitindaon, Wakil Sekjen Demokrat berdebat sengit dengan Muhammad Rahmat, Juru Bicara Partai Demokrat kubu Meoldeko. Jansen menyinggung bahwa Rahmat telah lama tidak aktif dan bahkan tidak ikut KLB Demokrat namun kini merasa paling tahu semuanya.

Perdebatan tersebut awalnya terjadi setelah Rahmat menyinggung soal adanya pelanggaran AD/ART Tahun 2020 Partai Demokrat terhadap Undang-Undang Partai Politik.

“Dasar kita melakukan Kongres Luar Biasa itu sangat kuat, sangat konstitusional, berlandasan hukum dan memiliki dasar-dasar yang sangat rasional. Pertama dari sisi politik, dasar KLB ini adalah karena selama ini, saluran komunikasi di Partai Demokrat itu tersumbat. Yang kedua, terjadi pelanggaran Undang-Undang partai Politik yang dilakukan oleh Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrat tahun 2020 di mana kewenangan Majelis Tinggi itu melebihi dari kewenangan kongres,” ujar Rahmat, dikutip dari video yang ditayangkan di kanal youtube tvOne pada Senin, 8 Maret 2021.

Baca Juga: Bila Moeldoko Tinggalkan Istana, Pengamat Politik Sebut Nama Amran Sulaiman

Janson yang tidak setuju langsung memperingatkan bahwa AD/ART 2020 tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM sehingga statusnya telah dipastikan sesuai dengan UU Parpol.

“Pertama, hati-hati menuduh saya. Udah Rahmat ini nyampaikan sesuatu ke publik. Apalagi kemudian mengatakan AD/ART Partai Demokrat itu melanggar Undang-Undang Partai Politik. Karena AD/ART itu disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM. Berarti Menteri Hukum dan HAM itu melanggar Undang-Undang Partai Politik. Hati-hati, Anda!” balas Jansen.

Baca Juga: Bersyukur Keluar dari Demokrat Kubu Moeldoko, Razman Arif: Untung Gak...

Jansen lalu kemudian menyinggung soal Kongres yang mengangkat Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Ketua Umum Demokrat.

“Yang kedua, soal kongres begitu. Bang Rahmat ini hadir apa tidak di kongres itu? Hadir apa tidak? Jangan kemudian memproduksi diksi narasi, begitu. Tidak dibahas ini, tidak dibahas itu. Anda sendiri nggak hadir, saya hadir saya,” tambah Janson.

Terkait hal tersebut, Rahmat lalu menyampaikan bahwa ia tidak perlu hadir sebab ia telah menonton video kongres untuk mengetahui jalannya.

Baca Juga: Sarankan Kubu Moeldoko Buat Partai Baru, Tengku Zul: Biar Kelihatan...

Dia juga menyinggung bahwa ia pernah menjadi Kepala Kantor di Kantor Demokrat sehingga ia tahu semua rahasia Partai Demokrat.

“Masalah kehadiran di kongres 2020 atau tidak, itu tidak menjadi soal karena dengan dunia digital, dunia telekomunikasi sekarang, video rekaman itu bisa kita pantau semua dan saya sudah menonton terkait dengan hal itu,” kata Rahmat.

“Dan Bang Jansen jangan lupa, saya ini dulu adalah Kepala Kantor di Kantor Demokrat yang mengetahui betul semua dokumen yang ada di partai. Saya tahu rahasia-rahasia yang ada dalam Partai Demokrat itu,” tambahnya.

Jansen lalu menyinggung bahwa Rahmat telah lama tidak aktif di Partai Demokrat namun mengaku tahu soal Demokrat.

“Saya tidak tahu kapan Pak Rahmat ini terakhir aktif di Partai Demokrat. Yang pasti, dalam medio, hampir enam tahun terakhir, tujuh tahun terakhir, saya tidak pernah lagi melihat wajahnya di Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat,” ujar Jansen.

“Anda ini sudah dua kali kongres nggak pernah ikut. Kongres Surabaya nggak ikut, kongres Jakarta nggak ikut. Sekarang mau sok paling tahu, begitu. Anda itu terakhir kali ikut kongresnya, Kongres Bandung. Sudah hampir 11 tahun lalu begitu loh, 10 tahun lalu,” pungkas Janson lagi.

Sponsored by adnow
Bagikan