Terkini.id, Jakarta – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kembali menyinggung Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hasto menuding SBY yang juga mantan Ketum Partai Demokrat, memainkan politik bansos yang akhirnya membebani APBN saat pemilu 2009 berlangsung.
Hal tersebut dikatakan Hasto saat berbicara dalam diskusi ‘Menimbang Sistem Pemilu 2024: Catatan dan Usulan’ yang digelar CSIS, yang berlangsung pada hari Senin, 1 November 2021.
“Demokrasi yang kini disebut deliberatif demokrasi, musyawarah mufakat yang berkeadilan sosial, coba CSIS menghitung, berapa biaya pemilu kita dari pusat hingga daerah, dan adalah beban bagi APBN, beban bagi keuangan negara,” kata Hasto.
“Belum dampak dari politik populism akibat bansos yang kemudian jadi model setelah itu diterapkan pada tahun 2009, dalam politik bansos yang menurut Marcus Mietzner dari bulan Juni 2008 sampai dengan Januari 2009, Pak SBY membelanjakan 2 miliar US dollar untuk politik yang populis itu,” lanjutnya.
Jika dihitung dalam nilai rupiah dengan kurs Rp 11.380 ribu/dolar AS (kurs 1 Januari 2009), jumlah tersebut setara dengan Rp 22,76 triliun.
- Prabowo Dapat Dukungan dari SBY dan Jokowi: Pemerintahan akan Lebih Stabil
- SBY Ungkap Rencana Pertemuannya dengan Gibran Rakabuming
- Bursa Calon Wapres, AHY Urutan Kelima di Jateng; Jauh di Bawah Erick Thohir
- Anies Baswedan Semeja dengan Para Elite Partai di Nikahan Anak Ketua Majelis Syuro PKS
- Politikus Nasdem Sebut SBY Adalah Anak Emas Amerika Serikat
Melihat jumlah tersebut, Hasto menganggap hal ini merupakan beban bagi negara. Terlebih kemungkinan akan mengakibatkan konsekuensi politik yang bernuansa liberal.
“Ini kan beban bagi APBN ke depan, akibat dari konsekuensi politik yang sangat liberal,” katanya.
Hasto beranggapan, politik populis ini membahayakan keuangan negara. Dia mencontohkan negara-negara Eropa hingga AS mengalami krisis imbas gaya politik populis ini.
“Jadi tema CSIS ini sangat menarik, apalagi diadakan lembaga penelitian sekaliber CSIS, sehingga nanti nggak akan dikatakan lagi politisasi ketika saya kemarin mengungkapkan beberapa fakta-fakta pemilu yang lalu,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
