Seorang Supir di Selandia Baru Larang Wanita Muslim Naik Bus

Wanita Muslim
Ilustrasi wanita muslim. (foto: muslimobsession.com)

Terkini.id – Belum lama ini kejadian berbau SARA terjadi di Selandia Baru. Setelah sebelumnya negara tersebut menghebohkan dunia dengan aksi penembakan brutal di Masjid Christchurch, kali ini seorang warga muslim di Selandia Baru mendapatkan perlakuan rasis dari seorang sopir bus di negara itu.

Dilansir dari Mirror, Sabtu 30 Maret 2019, seorang warga muslim yang mengenakan jilbab ditutupkan pintu oleh seorang sopir bus saat hendak manaiki bus tersebut.

Bos perusahaan Red Bus di Selandia Baru itu mengatakan, pekerjanya tersebut menghadapi tindakan disipliner setelah saksi yang ketakutan melihat tindakan menjijikkan yang ia lakukan terhadap wanita muslim itu.

Bus tersebut diketahui hanya terisi setengah dari jumlah kursi yang disiapkan, namun pengemudi itu hanya mengizinkan seorang wanita kulit putih naik ke dalam bus.

Sementara wanita berhijab yang juga hendak naik ke bus itu tiba-tiba langsung ditutupkan pintu oleh sang supir.

Menurut saksi mata, Roseanne Tia (15) yang duduk di kursi penumpang di bus itu terkejut dengan sikap sang supir.

“Kami hanya terkejut, terutama setelah apa yang terjadi pada hari Jumat. Dia (wanita berjilbab, red) baik-baik saja, tetapi jelas sedih,” kata Roseanne Tia kepada media setempat, Stuff.

Dirinya juga mengungkapkan baru saja datang dari peringatan untuk mengingat 50 orang yang tewas dalam serangan teror mengerikan di dua masjid seminggu sebelumnya.

Roseanne melaporkan sikap rasis sang supir kepada Pimpinan Perusahaan Red Bus

Selandia Baru
Unit Red Bus di Selandia Baru. (foto: tempo.co)

Melihat perlakuan sang supir kepada wanita muslim, Roseanne dan teman-temannya pun naik pitam.

“Ini sebenarnya nyata, orang benar-benar rasis,” ujarnya.

Roseanne dan temannya lantas melaporkan perilaku sang pengemudi kepada perusahaan bus setelah naik bus berikutnya ke depo perusahaan.

Pekerja itu sekarang menghadapi hukuman dari perusahaannya setelah pimpinan perusahaan tersebut meninjau rekaman CCTV yang memperlihatkan perilaku sang pengemudi.

Setelah melihat rekaman CCTV, pihak perusahaan Red Bus akhirnya mempercayai laporan dari Roseanne dan teman-temannya.

“Tindakan pengemudi itu sama sekali tidak pantas, dan kami akan melalui proses disiplin,” kata Kepala eksekutif Red Bus Paul McNoe.

Berita Terkait
Komentar
Terkini