Terkini.id — Sepasang Lansia Daeng Bali dengan Daeng Sitti warga Kampung Tanetea, Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto tinggal di gubuk reot.
Gubuk reot yang ditinggali selama puluhan tahun itu, terlihat dinding terbuat dari anyaman bambu yang sudah rusak dan atap dari daun lontara yang sudah bocor serta tiang kayu yang sudah lapuk.
Gubuk reot itu pun rubuh dibagian dengan karena beberapa tiang penyangga rumah patah sehingga sedikit demi sedikit rumah tersebut mulai roboh
Sepasang lansia itu pun hidup dengan berharap dari uluran tangan tetangga dan tergantung dari bantuan program sembako dari pemerintah.
“Saya sudah tidak sanggup bekerja, kalau habismi bantuan sembako, saya hanya menunggu uluran tangan tetangga dan keluarga,” tutur Daeng Bali kepada terkini.id, Selasa 22 September 2020.
- Dorong Produktivitas Pertanian, Bupati Jeneponto Hadiri Panen Raya dan Expo Benih Jagung Perkasa Sakti
- Dr Asis Nojeng Resmi Pimpin Prodi D-4 Humas dan Komunikasi Digital FBS UNM
- Foto Tiga Legislator Bersama Bupati Gowa Beredar, Wakil Ketua HAR: Bukan Atas Nama DPRD
- Antrean SPBU Mulai Tertib, Pertamina Patra Niaga Sulawesi Pastikan Penyaluran BBM di Makassar dan Sekitarnya Kondusif
- Di Tengah Kelangkaan BBM, Honda EV Jadi Alternatif Mobilitas Harian
Daeng Bali dan Sitti juga hanya berharap dari upah cucunya yang menjual jalangkote tetangganya.
“cucu saya pergi jual jalangkote milik tetangga,” ucap Daeng Bali.
Di tengah keterbatasan dalam menyambung hidup dari bantuan tetangga atau keluarga. Bantuan bansos yang dia dapatkan tidak cukup untuk menyambung hidup mereka karena harus juga menghidupi 2 orang cucu yang kini ibunya sudah meninggal dunia.
Sementara Ketua HMI cabang Jeneponto, Amrullah Serang berharap, adanya perhatian pemerintah maupun dermawan.
“Kehidupan kakek dan nenek sangat memprihatinkan, hidup penuh keterbatasan, kami berharap ada empati dari pemerintah dan dari pihak manapun, kita cukup prihatin dengan keadaan seperti ini, mari bantu kakek Bali dan nenek Sitti. mereka butuh bantuan kita semua untuk bertahan hidup,” harap Amrullah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
