Masuk

Seperti Kungfu, Jurus Singapura dan Indonesia Beda dalam Lawan Varian Omicron

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Seperti Kungfu, jurus Singapura dan Indonesia beda dalam lawan varian Omicron. Mutasi virus corona alias Covid-19 varian Omicron memang bikin khawatir banyak negara. Mereka sontak mewaspadai virus varian baru corona ini yang ditemukan pertama kali diSingapura Afrika Selatan.

Singapura menjadi salah satu negara Asia Tenggara yang ikut memperketat perbatasan mereka untuk menghadapi varian Omicron.

Sama seperti Indonesia, Singapura melarang pendatang dari tujuh negara di Afrika masuk ke negara itu sejak Sabtu 27 November 2021. Aturan tersebut juga berlaku bagi pendatang asing yang memiliki riwayat perjalanan ke Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambik, Namina, Afrika Selatan, dan Zimbabwe.

Baca Juga: Kasus COVID-19 Varian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia, Kemenkes Catat Mayoritas Pasien di Usia Produktif

Mereka yang berasal atau memiliki riwayat perjalanan dari tujuh negara itu, sama sekali tidak akan diizinkan masuk bahkan transit sekalipun melalui Singapura.

Kementerian Kesehatan Singapura atau Ministry of Health (MOH) menyatakan aturan pembatasan baru itu akan berlangsung selama satu bulan. Pihak berwenang juga akan terus memantau dan memperpanjang kebijakan itu jika perlu.

Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung juga mengatakan, fasilitas kesehatan Singapura mulai menyiapkan antisipasi menangani pasien Covid-19 varian Omicron. Ia sendiri mengatakan, suspek Covid-19 varian Omicron di Singapura tidak boleh dirawat di rumah.

Baca Juga: Perayaan Akhir Ujian Sekolah Menewaskan 21 Siswa di Klub Malam Afrika Selatan

“Mereka akan diisolasi di Pusat Nasional Singapura untuk Penyakit Menular (NCID) sampai dokter yakin mereka tidak lagi menularkan virus,” demikian tegas Ong dalam imbauannya.

Seperti dikutip Terkini.id dari Strait Times, Rabu 1 Desember 2021, para suspek harus menjalani pengujian berulang untuk memastikan kemampuan penularan virus tadi.

Selain itu, pelacakan total juga akan dilakukan bagi orang-orang yang terdeteksi kasus Omicron. Orang-orang yang melakukan kontak erat dengan suspek varian Omicron harus menjalani karantina selama 10 hari di fasilitas khusus.

Pemerintah Singapura juga akan melakukan tes PCR di awal dan akhir karantina pada kelompok tadi. Tes ini juga akan difokuskan untuk mendeteksi varian Omicron dengan cara sekuensi genetik.

Baca Juga: Omicron BA 4 dan BA 5 Beredar di Indonesia, Kemenkes: Mungkin Pertengahan Juli

Ong juga menyampaikan teknologi baru untuk PCR yang dapat menunjukkan kemungkinan seseorang terinfeksi varian Omicron. Teknologi ini dibuat Firma Bioteknologi ThermoFisher.

Teknologi baru ini, sebut Ong, akan diprioritaskan untuk digunakan para turis. Ia juga menyampaikan masyarakat dapat berpikir Singapura kini memiliki dua virus yang berbeda.

Langkah antisipasi ini dibuat Singapura tidak lama setelah mendapat kabar, dua orang yang datang dari Afrika Selatan dinyatakan positif mengidap varian Omicron setelah menjalani tes di Sydney, Australia.

Kedua orang ini disebut sempat transit di Bandara Changi, Singapura. Kejadian itu pun membuat kemungkinan keberadaan varian Omicron di negara itu meningkat.

Seperti diketahui, belum selesai Covid-19 melanda, dunia kembali digemparkan dengan virus corona varian baru yang disebut B.1.1.529 atau varian Omicron tersebut.

Puluhan negara, termasuk Indonesia dan Singapura segera menerapkan berbagai kebijakan pembatasan guna mencegah penyebaran varian baru yang pertama kali teridentifikasi di Botswana itu.

Saat ini, Indonesia dan Singapura juga belum mendeteksi kemunculan varian Omicron di negara masing-masing.

Di Indonesia, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI segera menerapkan larangan masuk bagi pendatang dari delapan negara Afrika pada Minggu 28 November 2021. Sebanyak delapan negara itu di antaranya Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambik, Eswatini, dan Nigeria.

Pemerintah Indonesia juga menghentikan sementara pemberian visa tinggal terbatas bagi warga delapan negara tersebut. Kendati demikian, kebijakan itu tidak berlaku bagi delegasi negara G20 yang akan berkunjung ke Indonesia.

Pemerintah juga memperpanjang masa karantina orang dari luar negeri menjadi tujuh hari dari sebelumnya tiga hari.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan aturan itu berlaku bagi warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA). Aturan berlaku sejak Senin 29 November 2021.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan juga menyatakan menerapkan pembatasan perjalanan darat bagi WNI dan pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan pulang ke Indonesia dengan mengurangi jumlah gerbang masuk ke Indonesia.

Adapun pelaku perjalanan PMI juga harus melakukan empat tahap pemeriksaan sebelum pulang. Pertama, tes rapid antigen. Kedua, pengecekan dokumen, identitas diri, dan barang bawaan (CIQ) pelaku perjalanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketiga, penentuan tempat karantina yang dibutuhkan. Keempat, melakukan tes RT-PCR satu hari setelah pelaku perjalanan internasional tiba di lokasi karantina.