Terkini.id, Makassar – Kota Makassar menjadi daerah percontohan atau Pilot Project pembangunan sistem transportasi massal berbasis bus rapid transit (BRT).
Hal itu melalui nota kesepahaman antara Kementerian Perhubungan dengan Pemerintah Kota Makassar.
Kendati sebelumnya, BRT sempat beroperasi di Makassar namun berhenti lantaran sepi peminat dan memiliki manajemen yang buruk.
Alhasil, sebanyak 105 halte BRT di Makassar mangkrak tak terpakai dan makin tak terurus. Halte bus terbengkalai sejak armada BRT di kawasan Makassar, Sungguminasa, Takalar (Mamminasata) berhenti beroperasi. Selain itu, Beberapa halte BRT pun sudah hilang.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar Mario Said mengatakan penerapan BRT ke depan harus dibicarakan secara matang, sehingga fungsinya benar-benar bisa dinikmati secara berkelanjutan.
- Ratusan Da'i Muda Muhammadiyah Sulsel Dikukuhkan, Siap Isi Ruang Dakwah
- RSUP Wahidin dan AMPHURI Sulampua Teken Kerja Sama Layanan Kesehatan Haji dan Umrah
- Refleksi Hari Kartini, Ketua TP PKK Bulukumba Nilai Perempuan Kian Berdaya
- Kanwil Kemenkum Sulsel Beri Catatan Strategis dalam Pembahasan RUU HPI di Makassar
- Syuting di Makassar, "Akal Imitasi" Tampilkan Kritik terhadap Teknologi Pendidikan
“Kemarin-kemarin kan ada program serupa dan tidak berjalan secara baik, sehingga ini perlu dibicarakan. Jangan sampai ini turun, sama ji yang lalu, jadi dibicarakan detail supaya bisa dirasakan dan dinikmati, supaya bisa beralih masyarakat (meminati),” kata Mario, Jumat, 21 Maret 2021.
Hingga saat ini visibility studi oleh pihak Jerman masih dilakukan sejak dimulai pada Januari 2021. Rencana hal ini akan dilakukan hingga Desember akhir tahun.
Beberapa hasil yang sempat dibeberkan yaitu khusus Metropolitan Makassar akan mencakup koridor BRT sepanjang 28,1 Km, Stasiun BRT diproyeksi sebanyak 43 Unit, Rute 15 dan mobilitas penumpang mencakup 80.000 perjalanan per hari.
Sementara operasional nantinya dilaporkan tidak berbeda dari proyek BRT sebelumnya, operasional akan melibatkan seluruh wilayah Mamminasata sehingga perlu dibicarakan kembali bersama kepala-kepala daerah.
Mario mengatakan optimis penerapan BRT kali ini akan berbeda dengan kajian dan pengelolaan lebih baik oleh pemerintah kota.
“Saya yakin masyarakat beralih ke situ kalau dianggap mempermudah, sehingga butuh perencanaan yang baik dengan terkoneksi ini semua moda yang ada,” ujarnya.
Sementara, Pengamat Transportasi Universitas Muslim Indonesia Lambang Basri Said mengatakan penerapan moda transportasi BRT secara komprehensif dan sistematis semestinya sudah harus ditetapkan di Kota Makassar.
Di sisi lain, ia mengatakan hal ini perlu dipikirkan secara serius agar tidak mengkrak seperti proyek sebelumnya.
Basri mengatatakan BRT semestinya harus terintegrasi dengan baik bersama dengan transportasi umum lainnya semisal angkutan kota alias pete-pete. Hal itu agar operasional bisa berjalan dengan baik.
BRT bertindak di jalur-jalur utama sementara moda transportasi kecil angkutan kota hanya beroperasi pada wilayah-wilayah tertentu dengan jarak yang lebih pendek.
Basri mengatakan tranportasi yang tumpang tindih mengakibatkan tidak optimalnya muatan. Sehingga diperlukan halte atau tempat pertemuan dua moda transportasi tersebut.
Pembenahan jalur khusus juga perlu dilakukan untuk menghindari terhambatnya bus akibat macet. Hal ini juga akan mengefisienkan waktu tunggu bagi masyarakat dan sistem akan lebih jelas.
“Kemarin kan begitu, karena manajemen yang kurang bagus itu amburadul termasuk waktu tunggunya yang lama. Idealnya kan paling lama 5-7 menit. Turun peminatnya, solusinya sebenarnya harus dirambah armada. Tapi kemarin malah dikurangi sehingga pelayanan malah tambah parah,” tutur dia.
Basri mengatakan hal ini memerlukan perombakan besar-besaran untuk menjamin transportasi publik dapat bertahan.
Diketahui, Kementrian Perhubungan menggandeng Jerman dalam hal ini Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) terkait implementasi proyek Sustainable Urban Transport Programme Indonesia (Sutri Nama) dan komponen Indonesian Bus Rapid Transit Corridor Development Project (Indobus) di Indonesia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
