Terkini.id, Jakarta – Anjolknya angka pertumbuhan ekonomi di Indonesia membuat pemerintah bakal memberi insentif kepada para pekerja untuk memperkuat daya beli.
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati memastikan pemerintah bakal segera menetapkan kebijakan pemberian insentif bagi pekerja bergaji di bawah Rp5 juta per bulan.
Tujuannya adalah demi menjaga daya beli mereka di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi COVID-19.
Pemberian insentif itu lantaran wabah pandemi covid-19 telah membuat ekonomi Indonesia kuartal II-2020 tumbuh negatif 5,32 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
“Pemerintah juga berikan bantuan untuk gaji bagi mereka yang berpendapatan di bawah Rp5 juta,” terang Sri Mulyani saat konferensi pers, Rabu, 5 Agustus 2020 dikutip dari vivanews.
- Melihat Bagaimana Politik Mempengaruhi Akses dan Keadilan dalam Sistem Kesehatan di Indonesia
- Pemkot Makassar Siap Bersinergi Wujudkan Sekolah Unggulan SMP-SMA Boarding School
- Wali Kota Makassar dan BKKBN Sulsel Perkuat Kolaborasi Penanganan Stunting
- Makassar Sambut Delegasi Dunia di IGS 2026, Perkuat Diplomasi dan Kerja Sama Internasional
- Ribuan Pelaku UMKM Kumpul di Four Points Makassar, Terima Coaching Bisnis lewat Event BEST 1
Dia mengungkapkan, untuk merealisasikan kebijakan itu, pemerintah tengah mengidentifikasi target penerima. Dia memperkirakan, ada 13 juta pekerja akan mendapat insentif tersebut.
Adapun anggaran yang disiapkan, diperkirakannya mencapai Rp31 triliun. Dengan pos anggaran yang akan digelontorkan melalui program bantuan sosial atau bansos.
“Diperkirakan bisa mencapai Rp13 juta pekerja, anggarannya kira-kira Rp31 triliun. Ini langkah-langkah yang akan dilakukan pemerintah untuk terus bantu pulihkan daya beli masyarakat dalam bentuk berbagai bansos yang total anggarannya Rp203 triliun untuk 2020,” tegas dia
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
