Makassar Terkini
Masuk

Siapa yang Sering Hina Etnis Arab? Mustofa Nahra: Pada Gak Tahu Kontribusi Mereka Pada Kemerdekaan Kita

Terkini.id, Jakarta –

Humas Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya menyinggung pihak-pihak yang sering menghina Etnis Arab. Menurutnya, para penghina tersebut tidak belajar sejarah.

Mustofa mengawali pernyataannya dengan melontarkan pertanyaan, mengapa ketika orang menghina etnis Arab terkesan aman-aman saja? Salah satu sebabnya karena kita sudah tidak mempelajari sejarah.

Sejarah etnis Arab di Indonesia terkesan ditutup-tutupi agar generasi penerus tidak akan tersentuh dengan sejarah tersebut. Padahal, kata Mustofa, terdapat kontribusi etnis Arab terhadap kemerdekaan Indonesia.

“Kenapa hinaan ke etnis Arab di negeri kita terkesan aman-aman saja? Karena sejarah sudah tidak dipelajari. Peran Bangsa Arab ditutup, agar pada gak tahu kontribusi mereka pada kemerdekaan kita,” ujar Mustofa melalui akun Twitternya @TofaTofa_id pada Selasa 22 Februari 2022.

Namun begitu, Mustofa juga membuka peluang jika pernyataannya tersebut keliru. Ia meminta koreksi jika memang ada yang salah dari pernyataan tersebut.

“Jika kesimpulan saya salah, mohon dimaafkan,” ujarnya.

Sebagai informasi, banyak masyarakat salah persepsi tentang kedatangan orang Arab ke Nusantara. Pemerintah kolonial Belanda menyebutkan para imigran dari Hadramaut (Yaman Selatan) datang ke Indonesia pada abad ke-19. 

Lalu para orientalis, seperti Snock Hurgronye, menyatakan Islam masuk ke Indonesia bukan dari Arab, tapi Gujarat (India). 

Tujuannya adalah untuk menghilangkan pengaruh Arab di Indonesia, yang di mata Belanda sangat berbahaya bagi kelangsungan hidupnya di tanah jajahan.

Pendapat tersebut telah dibantah dalam seminar “Sejarah Masuknya Islam di Indonesia” yang berlangsung di Medan (1973). 

Seminar yang dihadiri para sejarawan dan pemuka agama ini menegaskan Islam telah berangsur datang ke Indonesia sejak abad pertama hijriah (abad ketujuh Masehi) dibawa oleh para saudagar Islam yang berasal dari Arab, diikuti oleh orang Persia dan Gujarat.

Kedatangan etnis Arab ke Indonesia rupanya juga memberi banyak kontribusi terhadap kemerdekaan Indonesia. Salahsatunya adalah Persatoen Arab Indonesia (PAI).

Tampilnya Persatoean Arab Indonesia (PAI) pimpinan AR Baswedan (kakek dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan) dalam arena pergerakan perjuangan kemerdekaan juga cukup mengejutkan. 

Sebab, PAI mencita-citakan Indonesia sebagai tanah air keturunan Arab. Sumpah Pemuda Indonesia keturunan Arab ini diikrarkan secara luas pada tahun 1934. 

A.R Baswedan dan H. Agus Salim menyaksikan penandatanganan pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh Perdana Menteri Mesir, Nokrashi Pasha, Juni 1947.