Terkini.id, Jakarta – Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas menanggapi penilaian bahwa Partai Ummat dan Partai Amanat Nasional (PAN) akan berebut suara Muhammadiyah.
Anwar Abbas menegaskan beberapa hal terkait sikap Muhammadiyah dalam berhubungan dengan partai politik.
“Muhammadiyah tidak terkait dan tidak terikat dengan sebuah partai politik manapun di negeri ini,” ujarnya pada Senin, 30 Agustus 2021, dilansir dari SINDOnews.
Kendati demikian, Anwar juga menegaskan bahwa Muhammadiyah akan tetap menjaga kedekatan dan hubungan baik dengan semua partai yang ada.
Hal itu dilakukan Muhammadiyah untuk memelihara kesepakatan dan janji yang telah pernah dibuat oleh para pendiri bangsa ini.
- Digugat Rp 1 Triliun, Anwar Abbas Justru Sedih Panji Gumilang Jadi Tersangka
- Panji Gumilang Gugat Anwar Abbas ke Pengadilan, Buntut Pernyataan Komunis
- Anwar Abbas: Pelaku Penembakan Kantor MUI Pusat Mengaku Nabi
- Menohok! Dedek Prayudi ke Anwar Abbas: Yang Kita Tidak Butuh Itu Pemuka Agama Bermental Politikus
- Soal Pernyataan Ma'ruf Amin, Anwar Abbas: MUI Harus Ingatkan Umat Memilih Capres Cawapres Terbaik
“Dimana bentuk negara yang kita sepakati pada tanggal 18 Agustus 1945 tersebut adalah berupa republik dan ideologi serta dasar negaranya adalah Pancasila dan hukum dasarnya yaitu UUD 1945,” katanya.
Anwar menambahkan, tugas bangsa Indonesia sekarang adalah bagaimana mengisi dan membuktikan serta merealisasikan maksud dan tujuan dari didirikannya Negara Republik Indonesia tersebut.
Untuk itu, lanjutnya, karena masalah kekuasaan telah diurus oleh partai politik, maka Muhammadiyah akan bekerja sama dengan semua partai politik yang ada.
“Asal partai politik tersebut mau secara bersungguh-sungguh berusaha dan berjuang untuk menegakkan ideologi dan konstitusi negara yang telah kita sepakati bersama tersebut,” tegasnya.
Dengan berdasar dan berpedoman kepada kedua hal itu, lanjut Anwar, kita akan bisa mengurus negara dan bangsa ini untuk bisa menjadi negara dan bangsa yang baik.
Ia juga menyinggung bahwa rakyat diharapkan, selain beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga diharapkan berakhlak dan beradab.
Menurut Anwar, hal itu penting agar negara dan bangsa ini bisa menjadi negara dan bangsa yang maju di mana seluruh rakyatnya hidup bahagia dan sejahtera lahir dan bathin.
“Oleh karena itu sudah menjadi sikap bagi Muhammadiyah bahwa Muhammadiyah tidak akan terlibat dengan politik praktis dan atau politik kekuasaan,” katanya.
Anwar juga menegaskan bahwa politik Muhammadiyah adalah politik nilai, yaitu bagaimana caranya supaya nilai-nilai yang ada dalam Pancasila dan UUD 1945 tersebut bisa tegak dan diimplementasikan dengan sebaik-baiknya.
“Karena Muhammadiyah yakin tanpa itu maka eksistensi bangsa ini jelas akan terancam dan kita tentu saja tidak mau hal itu terjadi,” pungkas Anwar Abbas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
