Silang Pendapat Dewan Soal Biaya Penanganan Covid-19 200 M dari Pemkot Makassar

Silang Pendapat Dewan Soal Biaya Penanganan Covid-19 200 M dari Pemkot Makassar

K
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Menurutnya, penganggaran yang berlebihan tanpa perencanaan yang baik hanya akan menghasilkan refocusing anggaran yang akan memakan banyak waktu.

“Pengalaman 2 tahun terakhir APBD kita terus refocusing-refocusing habis waktu untuk itu. Awalnya Rp50 milliar kemudian kita refocusing Rp380 milliar dan akhirnya di-refocusing dan akhirnya cuma Rp200 miliar yang terpakai,” sebutnya.

Mario menilai pembenahan fasilitas kesehatan merupakan hal yang sangat krusial di tengah pandemi Covid-19.

“Rumah sakit. Untuk membangun persiapan RS kita yang ada di Batua, Ujung Pandang segera di-finishing, RS ibu dan anak Mamajang segera dibangun, RS Sudiang perencanannya sudah harus di situ, RS di Minassaupa segera dibangun. Memperkuat 47 puskesmas lainnya yang kita punya,” tuturnya.

Menurutnya jika ini berhasil dibenahi, meski Covid-19 ada, masalah-masalah seperti isolasi, keterisian BOR hingga vaksinasi, dan penganggaran tidak akan besar lantaran dapat tertangani olah RS tersebut.

Baca Juga

“Coba pikir, kalau orang Covid-19 larinya ke mana? Dari pada dia ke hotel atau kapal umsini lagi, mending kita ke RS dan puskesmas kita sebagai sarana fasilitas kesehatan. Jadi perlu dimantapkan fasilitas kesehatan kita,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Pengamat Tata Kelola Keuangan Negara Bastian Lubis mengatakan anggaran penanganan Covid-19 di tahun 2022 mendatang sebaiknya tidak usah berlebihan. 

Kesannya pemerintah tengah melakukan pemborosan anggaran dengan inovasi-inovasi yang belum tentu efektif.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.