Terkini.id, Makassar – Terkait rencana Pemerintah Kota Makassar yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 miliar masuk dalam Biaya Tak Terduga (BTT) penanganan Covid-19 tahun 2022 mendatang.
Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo mengatakan bila ada usulan penambahan BTT dari Pemerintah Kota Makassar hal itu menjadi penting.
“Kita menyediakan untuk post anggaran yang kita tidak sangka nanti kalau ada bencana. Jangan nanti ada bencana baru anggaran kita di sana sudah tidak ada, tidak tersedia misalkan,” kata Rudianto, Jumat, 29 Oktober 2021.
Menurutnya, tak masalah bila anggaran BTT itu tinggi hingga mencapai 200 miliar. Ia khawatir di masa mendatang Covid-19 akan lebih mengganas lagi.
“Jangan sampai nanti tiba-tiba kita tidak tahu tahun depan apa yang terjadi. Siapa bisa menjamin Covid-19 ini akan melandai, bisa-bisa tahun depan naik misalkan,” sebutnya.
Sebab itu, kata dia, perlu ada antisipasi melalui anggaran BTT. Ia mengatakan di Kota Makassar sudah seharusnya ada Peraturan Daerah yang bisa menjawab jika ada bencana.
Sebelumnya, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar Mario David mengatakan anggaran penanganan Covid-19 200 miliar lebih baik dialihkan untuk pembenahan RS tipe C milik Pemerintah Kota Makassar yang hingga kini belum tersentuh sejak 2019 lalu.
Ia meminta pemerintah kota fokus membenahi fasilitas kesehatan pada anggaran pokok 2022.
Pasalnya, beberapa fasilitas kesehatan hingga saat ini belum tersentuh, bahkan ada yang mangkrak.
“Anggaran penanganan Covid-19 pada Pokok 2022 tidak akan sebesar itu, paling mentok di Rp100 milliar. Pertimbangannya adanya penurunan kasus,” kata Mario.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
