Silang Pendapat Dewan Soal Biaya Penanganan Covid-19 200 M dari Pemkot Makassar

Silang Pendapat Dewan Soal Biaya Penanganan Covid-19 200 M dari Pemkot Makassar

K
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Akan lebih bijak jika anggaran sebesar itu didorong pada pembenahan infrastruktur kesehatan yang hingga dua tahun terakhir tak kunjung tersentuh.

“Berlebihan itu, karena banyak ide-ide sebenarnya yang tidak menunjang pemberantasan Covid itu sendiri. Nah Covid itu sekarang sudah turun jauh, dan memang sekarang lebih bagus diarahkan ke infastruktur kesehatan, seperti puskesmas, RS apa dikuatkan,” ujarnya.

Bastian memandang Pemkot Makassar sudah sangat boros anggaran. Sebagai contoh, kata dia, pengadaan GeNose yang trennya tak lagi digunakan di mana-mana.

“Saya sudah menganalisa lebih dari 200 kabupaten/kota untuk dana Covid-19, Kota Makassar sudah terlalu besar untuk saya,” ujarnya.

Menurutnya pemerintah perlu lebih efisien dalam merencanakan anggaran. Pasalnya, kata Bastian, pemasukan juga tidak begitu stabil di tengah pandemi.

Baca Juga

“Memang kemarin katanya ada efesiensi, tapi itu menyesuaikan dengan pendapatan yang juga targetnya tidak tercapai, bukan suatu prestasi. BUMD-nya juga gak ada yang menyetor, bahkan PDAM yang tidak menyetor itu tidak, jadi ada suatu pembiaran,” tukasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.