Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menangani pandemi Covid-19 dengan menaikkan anggaran biaya tak terduga (BTT) mencapai 250 miliar dari sebelumnya 50 miliar.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan peningkatan anggatan BTT untuk mengantisipasi lonjalan kasus Covid-19. Menurutnya, anggaran tersebut bisa digunakan sewaktu-waktu.
“Wajib menyediakan anggaran guna pencegahan dan penanggulangan Covid-19 yang sewaktu-waktu bisa digunakan,” kata Danny Pomanto, Kamis, 30 September 2021.
Hal ini, kata dia, sesuai dengan keputusan Presiden No.12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Covid-19, serta Premendagri 39 tentang pengutamaan penggunaan alokasi anggaran untuk kegiatan tertentu, perubahan alokasi, dan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kenaikan 400 persen menjadi 250 milliar, kegiatan tersebut perlu sinkronisasi karena kondisi pandemi Covid-19,” tuturnya.
Plt Kepala BPKAD Kota Makassar Muhammad Dahlan menyebut peningkatan jumlah anggaran BTT imbas dari sejumlah program Makassar Recover.
“Di antaranya Isolasi Apung, Satgas Raika, Swab On the Road, penyekatan di titik masuk dan beberapa kegiatan lain. Makanya persentasenya naik, sampai saat ini realisasinya sekitar 178 miliar lebih,” terangnya.
Peningkatan anggaran menjadi Rp250 milliar lantaran pemkot telah mengkalkulasi program-program Makassar Recover masih terus berlanjut.
Termasuk, kata dia, adanya penambahan item kegiatan, “Jadi ini pasti masih bertambah karena ada bebrapa kegiatan yang masih jalan, meski level Makassar menjadi PPKM level II,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
