Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad menyoroti sikap Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas yang mengkritik Presiden Jokowi di acara Kongres Ekonomi Umat MUI.
Menurut Yusuf Muhammad, berdasarkan data-data yang ada Anwar Abbas seharusnya mengapresiasi kinerja Presiden Jokowi.
Hal itu disampaikan Yusuf Muhammad dalam videonya yang tayang di kanal YouTube 2045 TV, seperti dilihat pada Selasa 14 Desember 2021.
“Jika melihat pernyataan data angka Gini Ratio yang disampaikan Anwar Abbas maka harusnya Jokowi layak dapat apresiasi,” ujar Yusuf Muhammad.
Pasalnya, kata Yusuf, berdasarkan data angka Gini Ratio di era Jokowi menurun sehingga ketimpangan ekonomi juga bisa menurun.
- Anies Baswedan Ganti RSUD Jadi Rumah Sehat Untuk Jakarta, Yusuf Muhammad: Bisa Disingkat RSJ
- Dokter Tifa Sebut Anies Genggam 85 Persen Suara Muslim jika Putrinya Berjilbab, Yusuf Muhammad Sindir Begini
- Ada Penonton Tersungkur saat Pembatas Tribun JIS Roboh, Yusuf Muhammad: Gabener Firaun Selalu Saja Bawa Petaka
- Pembatas Tribun JIS Roboh, Yusuf Muhammad: Jangan-Jangan Ini Trik Supaya Bisa Keluar Anggaran Lagi?
- Yusuf Muhammad: Gubernur 212 Sudah Panik hingga Nekat Gunakan Jurus Mabuk untuk Selamatkan Diri
“Dengan angka Gini Ratio menurun, artinya semakin rendah Gini Ratio, maka semakin rendah juga ketimpangan ekonominya,” tuturnya.
Ia pun lantas membeberkan bahwa di masa pemerintahan sebelum Jokowi yakni zaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), angka Gini Ratio malah lebih buruk.
“Jika diamati dari data Gini rasio tahun 2013 hingga tahun 2021, angka Gini Rasio terus mengalami tren penurunan. Di era SBY, terakhir angka Gini Rasio menacapai 0,41 dan di era Jokowi pada Maret 2021 saja angkanya turun jadi 0,38,” ungkapnya.
Berdasarkan data, lanjut Yusuf, angka ketimpangan di era Presiden Jokowi tertinggi sejak masa reformasi. Sedangkan angka Gini Ratio paling tajam terjadi di zaman kepemimpin SBY.
“Artinya ada penurunan ketimpangan dan perlu diketahui bahwa sejak era reformasi penurunan Gini Rasio justru paling tinggi. Sedangkan kenaikan gini rasio paling tajam itu ada di era SBY tahun 2010,” jelasnya.
Lantaran hal itu, Yusuf pun mengaku heran mengapa Anwar Abbas tidak mengkritik SBY ketika itu. Padahal, saat itu dia menjabat sebagai ketua MUI.
“Pertanyaannya mengapa Anwar Abbas tidak berani kritik SBY? Padahal di era SBY dulu dia menjabat sebagai Ketua MUI,” kata Yusuf Muhammad.
Mengutip Hops.id, Yusuf Muhammad juga menilai sebenarnya kritikan Anwar Abbas kepada Jokowi sah-sah saja. Namun, menurutnya alangkah lebih baik jika kritik tersebut diberikan berdasarkan data dan fakta.
“Kritikan ini bagus-bagus saja menurut saya, cuma yang enggak boleh itu bodoh di hadapan Presiden,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
