Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Christ Wamea melontarkan sindiran kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa yang disebut-sebut cocok menjadi Panglima TNI.
Christ Wamea menilai bahwa Jenderal Andika Perkasa adalah tipe yang juga akan tunduk pada Cina seperti mertuanya, Jenderal (Purn) A.M. Hendropriyono.
Sekedar catatan, A.M Hendropriyono adalah tokoh militer dan intelijen Indonesia. Ia adalah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pertama.
“Mertuanya saja tunduk dengan China, pasti dia tunduk dengan China,” kata Christ Wamea melalui akun Twitter pribadinya pada Senin, 1 November 2021.
Bersama pernyataannya, Christ Wamea membagikan artikel berjudul “Andika Perkasa Sangat Mungkin Jadi Panglima TNI, Agar Indonesia Ditakuti China”.
- 3 Anggota TNI Diperiksa Imbas Kasus PNS Semarang Dibakar dan Dimutilasi
- Soal Perubahan Tinggi Badan Rekrutmen TNI, Megawati: Gimana Sih Pertumbuhan Indonesia
- Panglima TNI Revisi Aturan Penerimaan Taruna Tinggi Badan Diturunkan dari 160 Cm
- Andika Perkasa Revisi Tinggi Badan Masuk TNI, Said Didu: Ubah Aturan Demi Kelompoknya
- Effendi Simbolon Sebut Ada Skenario Laksamana TNI Yudo Margono Menjadi Calon Panglima TNI Gantikan Jenderal Andika Perkasa
Dilansir dari RMOL, Pengamat politik, Hendri Satrio menilai bahwa Jenderal Andika Perkasa cocok menjadi Panglima TNI.
Ia mengatakan itu saat dimintai pendapat soal beredarnya foto Jenderal Andika Perkasa yang menggantikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melepas Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bandara Halim Perdanakusuma.
Sekedar catatan, Presiden Jokowi saat itu akan melakukan kunjungan kerja ke berbagai negara.
Tak sedikit pihak yang menilai kejadian itu merupakan penegasan bahwa Jenderal Andika adalah calon terkuat pengganti Marsekal Hadi yang sebentar pensiun.
Hendri Satrio pun menilai bahwa hal itu sangat mungkin mengingat sebelumnya, orang kepercayaan Jokowi, Pratikno melakukan kunjungan ke markas Jenderal Andika.
“Iya. Sangat mungkin Andika menjadi panglima,” katanya pada Minggu, 31 Oktober 2021.
Kendati demikian, Hendri Satrio menegaskan bahwa sosok yang cocok untuk menjadi panglima TNI adalah sepenuhnya wewenang Presiden Jokowi.
Ia menyebutkan bahwa mungkin saja Presiden Jokowi ingin membagi kesempatan dengan rata, antara Jenderal Andika dengan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono.
“Mungkin Pak Jokowi maunya dibagi rata, jadi setahun Andika setahun Yudo. Kan boleh saja kan. Terserah Pak Jokowilah,” kata Hendri Satrio.
“Yang paling penting negara ini aman, dan takut-takutin Cina lagi di Natuna, gitu saja,” sambungnya.
Terakhir, Hendri Satrio berpesan agar Jokowi perlu menemukan sosok calon panglima TNI yang memiliki integritas dalam memberikan rasa aman bagi negara dan juga ditakuti oleh bangsa lain.
“Yang paling penting juga, setelah ini benar-benar Indonesia itu, menjadi aman dan ditakuti minimal tidak ada yang macam-macamlah di Natuna,” tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
