Masuk

Andika Perkasa Revisi Tinggi Badan Masuk TNI, Said Didu: Ubah Aturan Demi Kelompoknya

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu menyindir keputusan Jenderal Andika Perkasa tentang pengubahan aturan tinggi badan untuk masuk menjadi anggota TNI.

Melalui akun media sosial pribadinya, Said Didu berpendapat keputusan yang dibuat oleh Jenderal Andika Perkasa ini demi kepentingan kelompoknya atau dirinya sendiri.

Bahkan ia menilai kebijakan Jenderal Andika Perkasa itu menggambarkan telah terhapusnya integritas sang Panglima TNI.

Baca Juga: Said Didu Tanggapi Soal Tesla Akan Bangun Pabrik di RI: Saya Hanya Ketawa Saja

“Saat seorang pejabat mengubah aturan untuk memenuhi kepentingan diri dan kelompoknya maka saat itulah pejabat tersebut menghapus integritas dirinya,” ujar Said Didu, dikutip dari akun Twitter @msaid_didu, Rabu 28 September 2022.

“Itu saja,” lanjut Said Didu.

Tangkapan Layar Cuitan Said Didu Tentang Jenderal Andika Perkasa (Twitter @msaid_didu)

Sebagai informasi, TNI kembali melakukan revisi syarat untuk menjadi prajurit militer Indonesia.

Baca Juga: Said Didu Sorot Proyek Kereta Cepat, Sebut Dipaksakan Demi Pencitraan

Jenderal Andika Perkasa menetapkan untuk mengubah ketetapan yang terdapat pada aturan Panglima TNI Nomor 31 Tahun 2020.

Jenderal Andika Perkasa menjelaskan bahwa revisi aturan dilakukan karena mempertimbangkan kondisi tinggi badan remaja Indonesia.

“Perubahan itu sebetulnya lebih mengakomodasi,” tutur Jenderal Andika Perkasa, dikutip terkini.id dari suara.com, Rabu 28 September 2022.

Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI Marsekal Muda TNI Kusworo menyatakan perubahan aturan tinggi badan dan usia pendaftar adalah terobosan baru dari Jenderal Andika Perkasa.

Baca Juga: Investor IKN tak Muncul, Said Didu Singgung HGB 160 Tahun

“Jenderal TNI Andika Perkasa membuat suatu terobosan perubahan peraturan penerimaan,” kata Kusworo.

Dengan adanya revisi ini, batas tinggi badan yang diharuskan bagi para pria berubah menjadi minimal 160 cm.

Sedangkan bagi kaum perempuan tingginya harus tidak kurang dari 155 cm.

Diketahui sebelumnya, ketetapan soal standar tinggi badan untuk menjadi anggota militer adalah 163 cm untuk pria dan 157 cm untuk wanita.

Tidak hanya soal tinggi badan, batas usia untuk mendaftar sebagai prajurit TNI juga mengalami perubahan.

Sebelumnya batas minimal seseorang yang ingin mendaftar sebagai anggota TNI adalah 18 tahun.

Sekarang peraturan itu berubah menjadi 17 tahun 8 bulan.

Berdasarkan data kepunyaan TNI, jumlah pendaftar taruna dan taruni Angkatan Militer (Akmil) Indonesia mencapai 22.553 orang.

Kebijakan ini bukanlah hal yang baru bagi Jenderal Andika Perkasa, sebelumnya ia juga memperbolehkan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk turut serta mendaftar sebagai prajurit TNI.