Sindir Keras Jokowi, Nicho Silalahi: Berhasil Kurangi Pengangguran di Cina dan Menggajinya dengan APBN

Sindir Keras Jokowi, Nicho Silalahi: Berhasil Kurangi Pengangguran di Cina dan Menggajinya dengan APBN

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Nicho Silalahi melontarkan sindiran keras kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi soal penggunaan dana APBN untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Nicho Silalahi menyindir bahwa Presiden Jokowi berhasil mengurangi pengangguran di Cina dan menggaji mereka dengan APBN.

“Pemerintah yang hebat itu berhasil mengurangi Pengangguran di China dan Menggajinya dengan APBN,” kata Nicho Silalahi melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa, 2 November 2021.

“Sungguh sangat mulia pak Jokowi ini dan sangat berbakti dengan rakyat China, semoga rakyat China segera menjadikan beliau sebagai presiden untuk menggantikan Jingping. Ia ga sih?” sambungnya.

Dilansir dari Kompas, Pemerintahan Jokowi dinilai telah melanggar janji untuk tidak menggunakan APBN dalam pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Baca Juga

Sebab, pada akhirnya, meski menuai banjir kritik, pemerintah bergeming dan tetap mengucurkan dana APBN untuk menambal pembengkakan biaya investasi proyek tersebut. 

Dilansir dari Antara, proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung mendapatkan persetujuan dari pemerintah terkait Penyertaan Modal Negara (PMN) dan komitmen pendanaan dari Cina Development Bank (CBD).

Menurut Direktur Utama PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, struktur pembiayaan KCJB adalah 75 persen dari nilai proyek dibiayai oleh CDB dan 25 persen dibiayai dari ekuitas konsorsium.

Dari 25 persen ekuitas dari ekuitas tersebut, sebesar 60 persen berasal dari konsorsium Indonesia karena menjadi pemegang saham mayoritas.

Maka, pendanaan dari konsorsium Indonesia ini sekitar 15 persen dari proyek, sedangkan sisanya yang sebesar 85 persen dibiayai dari ekuitas dan pinjaman pihak Cina, tanpa jaminan dari Pemerintah Indonesia.

PMN sebesar Rp3,4 triliun yang akan dialokasikan pemerintah digunakan untuk pembayaran base equity capital atau kewajiban modal dasar dari konsorsium.

Sementara, pinjaman CBD diperkirakan mencapai 4,55 miliar dolar AS atau setara Rp 64,9 triliun.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tidak akan menggunakan APBN.

“Kereta cepat tidak gunakan APBN. Kita serahkan BUMN untuk business to business. Pesan yang saya sampaikan kereta itu dihitung lagi,” kata Jokowi, dikutip dari laman Sekretariat Kabinet,15 September 2015.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.