Sindiran Ferdinand Keras: Gubernur Bodoh Memilih Membuang Uang Triliunan untuk Balapan Tidak Jelas

Sindiran Ferdinand Keras: Gubernur Bodoh Memilih Membuang Uang Triliunan untuk Balapan Tidak Jelas

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean melontarkan sindiran keras terhadap “Gubernur Bodoh” yang memilih membuang uang triliuan untuk balapan yang tidak jelas.

Pasalnya, Gubernur tersebut malah menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk membangun stadion yang tidak diperlukan saat ini.

Sementara, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria kini berharap bisa mendapatkan dana PEN untuk penanganan banjir.

Gubernur bodoh memilih membuang uang Trilliunan untuk balapan tidak jelas dan menggunakan dana PEN untuk bangun stadion yang tidak perlu saat ini,” kata Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu, 26 Desember 2021.

“Sekarang Wagub berharap dana PEN untuk penanganan banjir. Saya harus katakan PRIHATIN degan kebodohan Jakarta ini menetapkan skala prioritas,” sambungnya.

Baca Juga

Bersama pernyataannya, Ferdinand Hutahaean membagikan tangkapan layar berita berjudul “Wagub DKI Harap Dapat Suntikan dari Dana PEN untuk Penanganan Banjir”.

Dilansir dari Detik News, Wagub DKI Jakarta mengakui bahwa pembangunan tanggul pantai raksasa atau NCICD terkendala pendanaan.

Oleh sebab itu, selain mengandalkan penggunaan APBD, Riza Patria berharap pemerintah dapat mengucurkan dana PEN untuk program penanggulangan banjir, termasuk proyek NCICD.

“Memang ini membutuhkan biaya tidak sedikit, nanti kita minta dukungan teman-teman DPRD untuk pembiayaannya,” kata Riza Patria pada Minggu.

“Nanti juga dari pemerintah pusat mudah-mudahan kita bisa mendapatkan dana PEN insentifnya untuk kepentingan penanganan penanggulangan banjir,” sambungnya.

Riza Patria menekankan bahwa penanganan banjir, di Provinsi manapun, memang membutuhkan dana besar.

Ia menuturkan bahwa saat ini, tanggul pantai telah terbangun sepanjang 12,6 km. Ia pun berharap pada 2022, Pemprov DKI akan melanjutkan pembangunan tanggul sepanjang 22 km.

Secara keseluruhan, menurutnya, tanggul laut sepanjang 130 km akan dibangun dari kawasan Kamal Muara hingga Kali Blencong, Bekasi.

“Dari sepanjang itu prioritas utama ada di 46 km dulu. Dari 46 km, di titik-titik yang cukup kritis. Kita baru menyelesaikan 12,6 km. Sisanya 33 km akan dikerjakan PUPR kurang-lebih 11 km dan pemprov 22 km,” jelasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.