Sindiran Keras Dede Budhyarto: Kalau Sudah Kearab-araban, Apalagi Ada Label Agama, Akan Dibela Habis-habisan Walaupun Teroris

Sindiran Keras Dede Budhyarto: Kalau Sudah Kearab-araban, Apalagi Ada Label Agama, Akan Dibela Habis-habisan Walaupun Teroris

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Mantan Tim Sukses Joko Widodo alias Jokowi, Dede Budhyarto melontarkan sindiran keras mengenai persepsi sebagai pihak terhadap orang-orang yang kearab-araban atau menyandang label agama.

Dede Budhyarto menyindir bahwa di Indonesia, orang-orang yang kearab-araban atau menyandang label agama itu akan dibela habis-habisan meskipun teroris.

Sementara, menurutnya, masyarakat di Arab Saudi tak memandang label, orang yang terlibat terorisme akan dihukum mati.

“Di Arab Saudi tidak memandang ‘label’, terlibat terorisme HUKUM MATI,” kata Dede Budhyarto melalui akun Twitter resminya pada Kamis, 18 November 2021.

“Di Negeriku kalau sudah menyerupai ke-Arab-araban apalagi ada ‘Label Agama’ akan dibela habis-habisan walaupun itu teroris,” tambahnya.

Baca Juga

Bersama pernyataannya, Dede Budyarto melampirkan tangkapan layar berita soal tiga ulama moderat Sunni yang dieksekusi mati.

Dilansir dari Detik News, otoritas Arab Saudi dilaporkan menjatuhkan hukuman mati terhadap tiga ulama terkemuka usai bulan suci Ramadhan pada tahun 2019.

Tiga ulama yang divonis mati dan akan dieksekusi itu disebut bernama Sheikh Salman al-Ouda, Sheikh Awad al-Qarnio, dan Ali al-Omari.

Dilansir Bisnis.com, Odah ditangkap pada September 2017 tak lama setelah kicauan doa di twitter untuk rekonsiliasi antara Arab Saudi dan tetangganya Qatar, tiga bulan setelah Riyadh meluncurkan blokade pada Qatar.

“Odah akan dieksekusi bukan karena dia ekstremis. Itu karena dia seorang moderat. Itu sebabnya mereka menganggapnya sebagai ancaman,” kata mendiang jurnalis Jamal Khashoggi.

Sementara, Awad Al-Qarnio ditangkap pada September 2017, karena tidak mendukung kebijakan Putra Mahkota Mohammed Bin Salman terhadap Qatar.

Adapun Ali al-Omari merupakan anggota Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional yang telah dicap sebagai organisasi teroris oleh Arab Saudi.

Ia ditangkap pada September 2017 bersama dua ulama lainnya. Salah satu tuduhannya adalah “membentuk organisasi pemuda untuk melaksanakan tujuan kelompok teroris di dalam Kerajaan”.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.